Jumat, 15 Januari 2010 23:59 WIB Solo Share :

Empat perusahaan di Solo ajukan penangguhan UMK


Solo (Espos)–
UMK Kota Solo yang disepakati senilai Rp 785.000 ternyata tak berjalan mulus dalam implementasinya. Setidaknya, saat ini sudah ada empat buah perusahaan di Kota Bengawan ini yang mengajukan izin penangguhan pembayarannya sesuai UMK.
Terkait hal itu, serikat buruh menilai bahwa penangguhan pembayaran sesuai UMK adalah bentuk ketidakpekaan sosial perusahaan atas nasib buruh.

“Perusahaan yang menangguhkan pembayaran sesuai UMK itu sudah izin ke Gubernur. Nantinya yang akan memeriksa adalah tim Dewan Pengupahan Jawa Tengah,” ujar Kabid Hubungan Industrial dan Kesejehteraan Pekerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo, Supiatiningsih saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (14/1).

Empat perusahaan yang izin penangguhan pembayaran sesuai UMK itu, jelas Supiatiningsih ialah, Asia Baru, Stok Well, Dian Makaroni, serta Wonorejo Katon. Alasan penangguhan keempat perusahaan tersebut salah satunya ialah karena ketidakmampuan keuangan perusahaan dalam menggaji tenaga kerjanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Suharno mengaku tak percaya bahwa penangguhan pembayaran sesuai UMK tersebut karena faktor keuangan perusahaan. Menurutnya, penangguhan itu murni karena tumpulnya rasa kepekaan sosial perusahaan.

asa

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…