Kamis, 14 Januari 2010 20:16 WIB Boyolali Share :

Kasus Curanmor, TKP jadi 27 lokasi

Boyolali (Espos)–Jumlah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang diduga dilakukan tersangka Arifin, 35, diketahui bertambah, dari 23 TKP menjadi 27 TKP.

Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka yang juga tercatat sebagai pelarian dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Ambarawa pada tahun 2008 tersebut, kepada petugas Polres Boyolali.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Asnanto mengemukakan hasil dari pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan aparat, TKP pencurian bertambah sebanyak empat TKP.

Jika sebelumnya tersangka mengaku hanya mencuri motor sebanyak 23 kali, belakangan tersangka mengaku telah mencuri di 27 TKP.
“Dari pengembangan dan pemeriksaan yang kami lakukan, TKP pencurian motor bertambah menjadi empat TKP. Tersangka juga telah mengaku mencuri motor sebanyak 27 kali,” ujar Kasatreskrim saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/1).

Kasatreskrim menyebutkan empat TKP itu terjadi di wilayah Boyolali dan sekitarnya. Aksi pencurian motor oleh tersangka, mayoritas dilakukan di wilayah Kecamatan Ampel dan Kecamatan Boyolali Kota.

Menurut Kasatreskrim, tersangka juga mengaku pernah mencuri sepeda motor sebanyak empat kali di daerah Banyubiru, Kabupaten Semarang. Aksi tersebut dilakukan lantaran tersangka dendam karena pernah akan dibakar massa di wilayah itu.
“Kami masih melacak barang bukti (BB) sepeda motor hasil curian tersangka,” pungkas Kasatreskrim.

sry

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…