Harga produk baja dalam negeri naik 20%

Jakarta–Harga baja dan produk baja domestik dipastikan mengalami kenaikan mulai dari Januari-Juni 2010 sebesar 15-20%. Kenaikan ini dipicu naiknya harga bahan baku bijih besi dan lonjakan harga minyak dunia. Per hari ini harga baja (HRC) di pasar internasional telah tembus mencapai US$ 675-680 per ton.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (Persero) Irvan Kamal Hakim mengatakan tren kenaikan ini dipastikan akan terjadi pada Januari-Juni 2010. Sedangkan sesudahnya itu, kemungkinan kenaikan harga baja belum bisa diprediksi atau paling tidak mendatar.

“Iron ore kalau naik 30-40%, kira-kira ke harga baja 3/5 sampai 2/3 dari kenaikan iron ore , ada kenaikan 15% sampai 20% naik bajanya,” katanya dalam acara konferensi pers di kantor Krakatau Steel, Jakarta, Kamis (14/1).

Ia menjelaskan kenaikan harga baja dan produk baja di dalam negeri di antaranya dipengaruhi oleh harga bijih besi (iron ore ) internasional yang naik 30-40% di pasar spot mulai Januari 2010 ini.

“Apakah kenaikan sampai full sampa Juni, atau ke sananya rata. Kami proyeksikan kenaikan harga baja full selebihnya pelat,” katanya.

Selain faktor kenaikan harga bijih besi, kenaikan harga baja ditopang oleh kenaikan harga scrap atau besi tua karena mulai tingginya permintaan penggunaan scrap oleh AS dan Jepang karena adanya pemulihan ekonomi.

Sementara itu faktor pertimbangan ongkos angkut untuk ongkos angkutan kapal laut menjadi pemicu kenaikan harga karena minyak dunia naik. Terlebih ada perkiraan harga minyak akan tembus kembali ke US$ 100 per barel.

“Sehingga orang memperkirakan harga akan naik,” katanya.

Harga baja dan produk baja menurut PT Krakatau Steel, untuk harga baja dan produk baja di tingkat grosir antara lain dari Januari-Juni 2010:

* Hot Roll (pelat hitam),  harga pada kuartal 4  tahun 2009 mencapai Rp 7.800 per kg kemudian diperkirakan naik Januari Rp 7.900 per kg, Februari Rp 7.950 per kg, Maret Rp 8.100 per kg, April Rp 8.150 per kg, Mei Rp 8.250 per kg, Juni Rp 8.350 per kg.

* Cold Roll (pelat putih) pada kuartal 4 tahun 2009 harganya Rp 9.000 per kg, Januari Rp 9.150 per kg, Februari Rp  9.200 per kg, Maret Rp 9.250 per kg, April Rp 9.300 per kg, Mei Rp 9.400 per kg, Juni Rp 9.500 per kg.

* Wirerod (batang kawat), harga kuartal 4 tahun 2009 Rp 6.500 per kg, Januari Rp 6.600 per kg, Februari Rp 6.650 per kg, Maret Rp 6.750 per kg, April Rp 6.800 per kg, Mei Rp 6.900 per kg, Juni Rp 7.000 per kg.

* Paku, harga pada kuartal 4  tahun 2009 Rp 7.700 per kg, Januari Rp 7.750 per kg, Februari Rp 7.800 per kg, Maret Rp 7.900 per kg, April Rp 7.950 per kg, Mei Rp 8.000 per kg, Juni Rp 8.100 per kg.

* Besi beton, harga pada kuartal 4  tahun 2009 Rp 6.400 per kg , Januari Rp 6.500 per kg, Februari Rp 6.550 per kg, Maret Rp 6.650 per kg, April Rp 6.750 per kg, Mei Rp 6.900 per kg, Juni Rp 7.000 per kg.

* Wire Mesh , harga pada kuartal  4 tahun  2009 Rp 7.000 per kg, Januari Rp 7.100 per kg, Februari Rp 7.150 per kg, Maret Rp 7.200 per kg, April Rp 7.250 per kg, Mei Rp 7.350 per kg,  Juni Rp 7.500 per kg.

* Seng, harga kuartal  4 tahun 2009, Rp  31.250 per kg, Januari Rp 31.500 per kg, Februari Rp 31.750 per kg, Maret Rp 32.250 per kg, April Rp 32.750 per kg, Mei Rp 33.000 per kg, Juni Rp 33.250 per kg.

dtc/isw

Editor: | dalam: Ekonomi |
Menarik Juga »