vivanews.com
Kamis, 14 Januari 2010 15:37 WIB Internasional Share :

Gempa Haiti, selamat setelah kirim SMS

Ottawa–Ribuan orang masih belum ditemukan menyusul gempa berkekuatan 7 Skala Richter di Haiti. Banyak pula korban yang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Seorang wanita Kanada berhasil diselamatkan setelah mengirimkan pesan singkat (SMS) untuk meminta tolong. Wanita itu tertimpa reruntuhan di Port-au-Prince, ibukota Haiti.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu berhasil mengirimkan SMS ke Departemen Luar Negeri Kanada di Ottawa, Kanada. Pesan itu kemudian disampaikan kepada diplomat-diplomat Kanada di Haiti yang langsung bergerak ke lokasi untuk menolong wanita tersebut.

Kantor Menteri Luar Negeri Kanada Lawrence Cannon menyatakan, berkat SMS yang dikirimkan dari jarak sekitar 3 ribu mil itu, wanita itu berhasil diselamatkan pada Rabu, 13 Januari waktu setempat. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (14/1).

Otoritas Kanada saat ini masih mencari dua dari 82 perwira polisi Kanada yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Haiti. Markas PBB di negara Karibia itu ambruk akibat diterjang gempa.

Sejauh ini belum ada angka resmi mengenai besarnya korban jiwa. Namun pemerintah Haiti memperkirakan lebih dari 100 ribu orang tewas dalam bencana ini.

“Dia mengaku sudah tujuh kali melakukan pembunuhan. Tujuh kasus polanya sama. Ketika korban menolak disodomi, dijerat pakai tali rapia terus dilakukan hubungan seks,” kata Sarlito.

Sarlito menambahkan dari tujuh korban, 3 korban dimutilasi. Tujuan Babe adalah untuk menghilangkan jejak. Babe selalu menyodomi anak-anak kecil di bawah 12 tahun.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…