Rabu, 13 Januari 2010 14:42 WIB News Share :

Perempuan terinfeksi HIV di Indonesia meningkat

Jakarta–Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan jumlah perempuan yang terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) cenderung meningkat.

“Sudah terjadi feminisasi epidemi HIV/AIDS di Indonesia.  Tahun 2009, persentase perempuan yang terinfeksi makin meningkat,” katanya seusai mengikuti rapat koordinasi penanggulangan AIDS di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, persentase perempuan yang terinfeksi  HIV dan mengalami sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (Acquired Immunodeficiency Syndrome/AIDS) pada tahun 2009 lebih dari 20 persen dari keseluruhan kasus.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sampai tanggal 30 September 2009 jumlah kumulatif kasus AIDS yang dilaporkan di 300 kabupaten/kota di 32 provinsi sebanyak 18.442 kasus dengan rasio laki-laki dan perempuan 3:1.

Sementara sampai dengan 31 Desember 2008, secara kumulatif jumlah kasus AIDS yang dilaporkan di 214 kabupaten/kota di 32 provinsi sebanyak 16.110 dengan rasio laki-laki dan perempuan 3,04:1.

“Di beberapa kabupaten/kota termasuk Mimika, persentase perempuan yang terinfeksi bahkan sampai 50 persen,” katanya.

Perempuan yang terinfeksi, kata dia, utamanya terdiri atas pekerja seks komersial dan ibu rumah tangga.

Menurut Nafsiah, hal itu antara lain terjadi perilaku seks berisiko tinggi cenderung meningkat sementara penggunaan alat pencegah seperti kondom tetap rendah.

“Akibatnya, transmisi melalui hubungan seksual meningkat,” katanya.

Pemerintah, kata dia, akan memperbaiki intervensi dengan memperluas jangkauan program pencegahan dan penanggulangan AIDS melalui transmisi seksual.

Kampanye penggunaan kondom melalui Pekan Kondom Nasional yang sudah tiga tahun dilakukan akan dilanjutkan dan ditingkatkan jangkauannya.

“Selama ini program hanya menyentuh korban dan orang yang berisiko, pasangan dari populasi kunci justru tidak terjangkau.  Ke depan program akan diperluas ke pasangan korban dan orang berisiko,” katanya.

Menteri Koordinator Kesehatan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pencegahan dan penanggulangan AIDS merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menambahkan, alokasi pendanaan untuk penanggulangan AIDS secara bertahap akan ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan program pada bantuan dana dari luar negeri.

ant/fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…