Rabu, 13 Januari 2010 20:09 WIB News Share :

90% gaji buruh rokok di Kudus di bawah UMK

Semarang (Espos)–Kalangan buruh rokok di Kudus menuntut agar pihak perusahaan membayarkan gaji mereka sesuai dengan ketentuan upah minimum kabupaten/kota 2010 Kudus senilai Rp 775.000/bulan.

Menurut Forum Pekerja Rokok Kudus (FPRK), Chudhori sekitar 90% dari total sebanyak 100.000 ribu buruh rokok di Kudus gajinya masih di bawah UMK 2010.

“Gaji buruh rokok sebagian besar hanya senilai Rp 375.000/bulan,” katanya kepada wartawan saat mengadu ke Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu (13/1).

Lebih lanjut Chudhori yang didampingi sejumlah buruh tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh dan Elemen Masyarakat Peduli Buruh (ASBEMPB) Kudus, menjelaskan pihak perusahaan rokok membedakan dalam pembayaran gaji buruh, yakni bulanan, harian, dan borongan.

Untuk bulanan dan harian pembayaran sudah sesuai dengan UMK, namun buruh yang dibayar borongan masih di bawah UMK.

“Jumlah buruh rokok yang digaji borongan kebanyakan bagian batil jumlahnya mencapai puluhan ribu. Ini merupakan pelanggaran UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Selain masalah rendahnya gaji buruh rokok, menurut Jayadi dari ASBEMPB para pengusaha rokok yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) juga tidak mengikutkan buruh dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

oto

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…