Selasa, 12 Januari 2010 16:29 WIB News Share :

Lagi, PGWB geruduk UPTD Disdik Tengaran

Ungaran (Espos)–Seratusan guru yang tergabung dalam Paguyuban Guru Wiyata Bakti (PGWB) Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang kembali menggeruduk kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPTD) kecamatan setempat, Selasa (12/1).

Tunjangan insentif semester II tahun 2009 yang dijanjikan akan dibayarkan oleh Bendahara UPTD, Murniyati, kemarin ternyata batal.
Murniyati yang mengemplang tunjangan senilai Rp 313,905 juta untuk 340-an guru wiyata bakti TK/RA-SD/MI  tak berada di kantor dan memilih kabur. Para guru itu pun menagih pertanggungjawaban Kepala UPTD, Siti Ngafiah, menyangkut tunjangan tersebut.

“Kami tidak urusan dengan Murniyati. Kami hanya ingin agat tunjangan insentif yang harusnya sudah dibayarkan pada 28 Desember lalu bisa cair,” papar Fadiah Maskuroh, salah satu perwakilan PGWB Kecamatan Tengaran di kantor UPTD setempat.

Dia menilai apa yang dilakukan Murniyati lantaran kelalaian Siti Ngafiah selaku atasannya. Para guru menganggap jika persoalan penyimpangan dana itu ingin diselesaikan secara hukum, itu menjadi urusan UPTD maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Jika insentif itu tidak segera dicairkan, para guru itu mengancam akan mogok mengajar. Sebagaiaman diketahui, PGWB pada Kamis pekan lalu mendatangi UPTD Tengaran untuk mempertanyakan tunjangan insentif yang belum mereka terima. Dalam pertemuan dengan Siti Ngafiah dan Kepala Bidang Tenaga Pendidikan pada Disdik Kabupaten Semarang, Muslih, itu terungkap bahwa dana tersebut digunakan Murniyati untuk kepentingan pribadi.

kha

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…