Selasa, 12 Januari 2010 13:43 WIB News Share :

Antasari bantah buka celana saat bertemu Rhani


Jakarta–
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan detail pertemuan mantan Ketua KPK Antsari Azhar dengan Rhani Juliani di kamar 803 Gran Mahakam. Antasari diminta menjelaskan apakah membuka celana saat bertemu Rhani.

“Bagaimana soal rekaman yang Rhani menyatakan ih bapak buka celana. Apakah benar anda membuka celana?” tanya JPU M Pandiangan di Pengadilan Negeri Jakarat Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (12/1).

“Tidak,” jawab Antasari. Namun kemudian Antasari menyatakan keberatan atas pertanyaan JPU karena dianggap menjebak. Antasari juga mengeluhkan pertanyaan JPU yang diulang-ulang.

“Kami tidak mengakui apa yang ditanyakan oleh JPU. Kami keberatan untuk menjawab,” kata Antasari.

Antasari sebelumnya memang selalu tidak mengakui membuka pakaian saat berada di kamar 803 hotel Gran Mahakam. “Sebelumnya saya mohon maaf karena berulang-ulang menjawab karena sebenarnya tidak etis. Tapi memang dari awal kita sudah membantah,” kata Antasari.

Kuasa hukum Antasari juga mengeluhkan pertanyaan JPU yang terkesan menyudutkan terdakwa. “Ini sudah penggiringan opini,” kata salah satu pengacara Antasari Hotma Sitompul.

Ketua majelis hakim pun meminta kepada JPU untuk mengajukan pertanyaan yang tidak vulgar kepada Antasari. “Jaksa boleh bertanya sepanjang tidak melakukan pertanyaan yang menjerat,” kata ketua majelis hakim Herry Suwantoro.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…