Senin, 11 Januari 2010 15:33 WIB Ekonomi Share :

Tender impor gula dibatasi 200.000 ton

Jakarta–Deputi Menteri Koordinator Perekonomian
Bidang Petanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi mengatakan tender impor gula yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara (PT PN) dan PT
Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) diharapkan dibatasi hingga 200 ribu ton saja.

“Kalau sudah cukup 300 ribu ton (impornya), tidak perlu seluruhnya direalisasi (500 ribu ton),” katanya di sela Indonesia-Japan Joint Economic Forum di Jakarta, Senin (11/1).

Menurut Bayu, saat ini Perum Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) telah mendatangkan 98 ribu ton gula sebagai bagian
dari alokasi yang diperolehnya.

Ia berharap 200 ribu ton gula yang baru akan ditenderkan pengadaannya itu akan masuk pada Februari.

Sementara itu, pemerintah akan menggelar pasar murah dengan harga gula yang lebih murah Rp 1.500 per kg lebih murah dari harga rata-rata di daerah itu.

“Kita akan coba buat pasar murah gula, mulai pekan depan. Dengan subsidi Rp 1.500 per kg sehingga harga jual jadi lebih murah Rp 1.500
lebih rendah dibandingkan harga setempat,” jelas Bayu.

Bayu menambahkan subsidi gula tersebut akan diambil dari dana stabilisasi harga pangan yang totalnya sebesar Rp 1 triliun. Meski demikian, Bayu memastikan tidak seluruh dana stabilisasi pangan itu akan digunakan untuk subsidi gula.

ant/fid

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…