Senin, 11 Januari 2010 16:59 WIB News Share :

SBY dukung gelar pahlawan untuk Sarwo Edhie

Jakarta–Usul pemberian gelar pahlawan kepada Almarhum Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo masih berupa wacana. Presiden SBY tentunya akan menyetujui usulan tersebut pada waktunya kelak.

“Tentu iya. Bagaimana pun usulan dari masyarakat sudah ada pertimbangan-pertimbangannya terlebih dahulu,” kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Dia ditanya apakah Presiden SBY akan menyetujui usul gelar pahlawan bagi mertuanya itu. Julian dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/1).

Wacana pemberian gelar pahlawan bagi Sarwo Edhie Wibowo dimunculkan aktivis angkatan ’66. Hal itu didasarkan pada kontribusi mantan Komandan RKPAD (sekarang Kopassus) itu dalam memberantas PKI di tahun 1966.

Tapi yang menarik usulan tersebut baru muncul hari ini jauh setelah mertua SBY tersebut wafat. Apakah ingin mendompleng wacana gelar pahlawan terhadap Gus Dur dan Soeharto yang berlangsung beberapa waktu terakhir?

“Ini nggak ada kaitannya dengan Gus Dur dan lain-lain, sebab sudah UU dan prosedurnya juga jelas,” dukung Ketua FPD Anas Urbaningrum yang juga ditemui di Kantor Presiden.

Anas melihat gelar pahlawan nasional juga layak untuk Sarwo Edhie. “Kalau dibilang layak, saya kira layak. Karena kita melihat sejarah perjuangan beliau panjang dan memberikan kontribusi bagi keselamatan negara ini,” alasannya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….