Senin, 11 Januari 2010 10:15 WIB News Share :

Mabes Polri minta Susno laporkan soal ancaman pembunuhan


Jakarta-
-Mantan Kabeskrim Komjen Pol Susno Duadji mengaku mendapat ancaman pembunuhan via SMS terkait sejumlah pernyataannya di media akhir-akhir ini. Atas hal tersebut, Mabes Polri meminta Susno untuk melaporkannya.

“Kalau memang ada seperti itu, ke kantorlah biar kita proses,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, Senin (11/1).

Edward menyarankan agar Susno segera melaporkan ancaman yang diterimanya ke Mabes Polri ketimbang berbicara ke publik terlebih dahulu. “Mungkin ada orang-orang yang mengacaukan situasi. Laporkan saja, nanti kita lakukan langkah-langkah,” kata Edward.

Jika dilaporkan, kata Edward, Mabes Polri berjanji akan memproses dengan serius kasus yang menimpa perwira tingginya tersebut. “Semua laporan masyarakat saja kita tanggapi,” kata dia.

Susno mengaku tidak mengetahui dari mana SMS teror berasal. SMS itu mulai masuk ke telepon pribadi Susno sejak Minggu (10/1/2010) sore. Dia juga diminta untuk tidak membuat pernyataan lagi di media.

Isi SMS teror yang ditulis dengan huruf kapital itu adalah: “SUSNO !!! SEKALI LAGI KAU TAMPIL DI MEDIA ATAU KORAN MAMPUS, TAU KAN CARA CEPAT NGABISI MU”.

“SEKALI LAGI KAU BERANI BUKA2 PADA MEDIA NYAWAMU GENTAYANGAN, CUCU KESAYANGANMU JNG DITANYA”, dan “SUSNO !!! SEKALI LAGI KAU TAMPIL DI MEDIA ATAU KORAN MAMPUS, TAU KAN CARA CEPAT NGABISI MU”.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…