Senin, 11 Januari 2010 15:28 WIB Ekonomi Share :

Gagal bayar korporasi global cetak rekor di 2009

New York–Kasus gagal bayar atau default korporasi global mencapai 265 kasus sepanjang tahun 2009. Angka tersebut secara tahunan melebihi angka gagal bayar terbesar yang terjadi pada tahun 2001 sebanyak 229 kasus.

Demikian artikel “Global Corporate Default Update” yang dirilis Standard & Poor’s dan dikutip detikFinance, Senin (11/1).

Gagal bayar terbanyak dialami oleh korporasi atau perusahaan dari Amerika Serikat dengan 193 kasus. Disusul oleh gagal bayar korporasi di negara-negara berkembang sebanyak 36 kasus, Eropa 19 kasus dan negara maju lainnya (Australia, Kanada, Jepang dan Selandia Baru) 17 kasus. Angka-angka tersebut hampir mencapai 2 kali lipat dari gagal bayar yang terjadi di kawasan tersebut selama tahun 2008.

“Perubahan yang menyulitkan menjadi penyebab utama gagal bayar dengan 103 kasus,” ujar Diane Vazza, pimpinan Standard & Poor’s Global Fixed Income Research Group.

Penyebab gagal bayar terbesar lainnya adalah kegagalan membayar bunga dan pokok utang dengan 88 kasus, disusul gagal bayar terkait kebangkrutan 69 kasus dan 5 kasus lainnya dipicu hal-hal lain termasuk pengambilalihan oleh pemerintah.

Sementara dalam 10 hari di 2010, sebanyak 3 korporasi dari AS dan Kanada telah mengalami gagal bayar. Dua gagal bayar pada pekan ini disebabkan karena perubahan yang menyulitkan dan dua lainnya berhubungan dengan kegagalan membayar bunga dan pokok utang yang jatuh tempo.

Disamping gejolak di pasar kredit dan rekor gagal bayar sejak tahun 2001, namun kemampuan peringkat kredit korporasi untuk berlaku sebagai ukuran risiko gagal bayar relatif masih tetap. Hal ini dibuktikan oleh beberapa faktor, seperti 87% dari korporasi yang gagal bayar di tahun 2009 memiliki peringkat spekulatif (BB+ dan lebih rendah) pada awalnya hingga default . Sementara korporasi dengan peringkat investasi (BBB- dan di atasnya) memiliki kemampuan bertahan dalam setahun.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…