Minggu, 10 Januari 2010 20:33 WIB Karanganyar Share :

Warga Tegalgede khawatir longsor susulan

Karanganyar (Espos)–Warga Dukuh Jetak Kelurahan Tegalgede, Karanganyar Kota, mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan di jalur alternatif ke Tawangmangu menyusul retakan di sekitar lokasi longsor pertama yang kian jelas  terlihat, Minggu (10/1).

Menurut penuturan salah seorang warga, Warno, 34, retakan di sekeliling talut di jalur alternatif Karanganyar – Tawangmangu yang ambrol Sabtu (2/1) malam, mencapai panjang sekitar 15 meter di sisi barat dan lima meter di sisi timur. Tanah di dua titik berbeda itu rawan longsor karena luapan air dari saluran irigasi setempat yang semakin besar dan deras saat hujan, akibat pemasangan karung-karung pasir di lokasi oleh instansi terkait Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

“Yang lebih membuat kami khawatir adalah intensitas dan curah hujan yang belakangan ini semakin tinggi di Karanganyar. Padahal dalam kondisi sekarang, terjangan air dari saluran justru memusat ke arah retakan di sekitar talut (ambrol). Hal itu setelah lokasi longsor pertama ditutup dengan karung-karung pasir,” ungkapnya ditemui Espos di lingkungan RT 03/RW IX Kelurahan Tegalgede, Minggu.

Warno menjelaskan, luapan air dari saluran irigasi setempat, selain dipicu ukuran bangunannya yang terlalu kecil, juga diakibatkan keberadaan pipa air bersih ke pemukiman warga. Dikatakan dia, pemasangan jaringan perpipaan yang melintang di tengah-tengah saluran irigasi pertanian setempat membuat aliran air menjadi terganggu, terlebih jika pada saat bersamaan terjadi penyumbatan akibat penumpukan sampah di sekitar pipa yang berada di lokasi tertutup.

Secara terpisah, warga lain di Dukuh Mulyorejo, Suratno, 40, menyatakan hal serupa. Menurutnya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar perlu memperbaiki bangunan saluran irigasi setempat menjadi lebih lebar dan dalam. Selain itu, ujar dia, jaringan pipa yang mengalirkan air bersih ke pemukiman warga semestinya dipindahkan dan di atur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran air di saluran irigasi yang selama ini terus meluap saat hujan.

try

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…