Minggu, 10 Januari 2010 14:12 WIB News Share :

Pesawat Lion Air mogok di Batam

Batam–Pesawat Lion Air yang mengangkut para peserta kongres PAN mogok saat menuju landasan pacu. Akibatnya, para penumpang, termasuk AM Fatwa dan Farhan Hamid harus menunggu di dalam pesawat sekitar 1 jam selama pesawat diperbaiki.

Pesawat berjenis Boeing 747-400 ini mogok sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (10/1) di Bandara Hang Nadim, Batam. Pesawat yang dicarter oleh PAN ini mengalami masalah saat sedang menuju runway.

“Informasi dari kru pesawat, pesawat mengalami kehabisan tenaga engine dan harus menunda pemberangkatan sekitar 1 jam untuk ganti generator,” kata salah seorang penumpang.

Di pesawat berbadan besar dan terdiri dua lantai ini, ada sekitar 600 panitia dan peserta kongres PAN yang diangkut. Mereka akan diangkut ke Jakarta.

“Panitia dan peserta kongres dibagi dua flight. Satu bagian berangkat siang, sekitar 600 orang sisanya akan diberangkatkan nanti malam,” kata dia.

Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa termasuk penumpang di kloter kedua. Sedangkan para tokoh PAN yang masuk dalam penerbangan siang ini, antara lain AM Fatwa (mantan wakil ketua MPR), Farhan Hamid (wakil ketua MPR), Nurdiatma, Nurul Falah, Primus Yustisio, dan lain-lain.

Karena pesawat mengalami masalah, para penumpang pun harus menunggu di dalam pesawat sambil menunggu perbaikan pesawat. Penumpang tidak diturunkan lagi dari pesawat.

“Kami menunggu satu jam di dalam pesawat tanpa ada AC. Agar di dalam pesawat tidak panas, pintu pesawat dibuka,” kata salah seorang penumpang itu.

Sekitar pukul 13.25 WIB, mesin pesawat sudah bisa dinyalakan kembali. Dan sekitar pukul 13.30 WIB, pesawat take off menuju Jakarta.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…