Jumat, 8 Januari 2010 22:02 WIB Ekonomi Share :

Stok beras numpuk di gudang Bulog

Solo (Espos)–Stok beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III, awal tahun 2010 ini numpuk hingga 57.000 ton. Padahal, kapasitas gudang Bulog sendiri hanya 87.000 ton.

Penumpukan stok di awal tahun ini, disampaikan Kepala Bulog Sub Divre III, Nono Sukrono, akan mempengaruhi rencana penyerapan beras Bulog tahun 2010. Kemudian, kendati ada stok berlimpah, Bulog sendiri belum merencanakan pemanfaatan stok beras tersebut untuk operasi pasar (OP). “Kami belum siapkan untuk OP, kendati harga beras di pasaran sudah naik hingga kisaran 10%. Memang, harapannya dengan OP harga beras bisa stabil, tetapi dari Bulog tetap menunggu ada permintaan dari pemerintah,” tutur Nono, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (8/1).

Bulog justru menginginkan, agar 25.000 ton dari stok tersebut bisa segera ke luar. Misalnya, ke Riau, Bengkulu atau Medan. “Tapi, sampai saat ini kami belum bisa melepas stok kami, masih menunggu ploting dari provinsi. Sehingga, kalau nanti Bulog Divre III ini diminta menambah penyerapan beras dari petani, maka stok tersebut harus dimanfaatkan dulu.”

Nono menyampaikan, kemungkinan besar rencana penyerapan beras Bulog tahun 2010 tidak akan sebesar tahun 2009. Yang terealisasi hingga 101 %, atau 126.800 ton dari target 125.000 ton.

Rencana penyerapan beras dari petani, tidak lepas pula dari prediksi panen tahun 2010 yang dibandingkan dengan kemampuan petani memenuhi standar beras Bulog sesuai Inpres No 7 Tahun 2009. Di mana, petani banyak yang kurang bisa memenuhi standar kualitas beras yang diminta Bulog.

haw

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…