Jumat, 8 Januari 2010 23:59 WIB Solo Share :

Pilkada Solo, KPPS lirik JMII untuk koalisi

Solo (Espos)–Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS) melirik Jaringan Masyarakat Independen Indonesia (JMII) untuk bergabung dalam koalisi besar yang mereka galang bersama Partai Demokrat.

KPPS mengungkapkan pihaknya telah melakukan lobi ke sejumlah pengurus JMII terkait hal tersebut. Koordinator KPPS, Abdullah AA membeberkan hal tersebut kepada wartawan di DPRD Solo, Jumat (8/1).
“Dua hari lalu kami bertemu dengan JMII. Kami bicara tentang bagaimana Solo ke depan dalam Pilkada 2010. Dalam pembicaraan juga tersirat (JMII) segera bergabung ke koalisi besar,” kata Abdullah.

Bila nanti JMII bergabung, tandas Abdullah, maka, nominasi bakal calon (Balon) Wakil Walikota (Wawali) yang mendampingi Eddy Wirabhumi bisa bertambah. Sebelumnya Partai Demokrat telah mencuatkan sedikitnya lima nama. Namun, dari kelima nama itu, Achmad Purnomo (mantan Cawali 2005) tegas menolak dicalonkan, sementara Bambang “Benk” Mintosih (mantan GM Lor In) masih pikir-pikir.

Nama lainnya yakni Slamet Haryono, Supradi Kertamenawi, dan Nina Akbar Tandjung juga disebut sebagai nama-nama yang dicuatkan oleh Partai Demokrat untuk mendampingi Eddy W.

Secara terpisah, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) meluruskan informasi mengenai jabatan Slamet Haryono terkait rencananya maju Pilkada 2010. Kasubbag Tata Usaha Monumen Pers Nasional Depkominfo, Titik S Maryati dalam rilis yang diterima Espos, Jumat (8/1) mengungkapkan, Slamet Haryono telah memasuki masa pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Monumen Pers Nasional yang ada di Solo.

Berdasarkan surat dari Depkominfo, penjabat baru Kepala Monumen Pers Nasional di Solo adalah Syukri Batubara. Sukri tercatat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Monumen Pers Nasional Solo sejak 2 Desember 2009. “Pada prinsipnya kami mendukung pemberitaan SOLOPOS tentang bakal calon Wawali tersebut,” jelas Titik lebih lanjut.

Terpisah, anggota Presidium JMII, Ahmad Walid mengatakan, pihaknya membenarkan ada perbincangan dengan jajaran KPPS terkait Pilkada 2010. Namun demikian, dirinya tidak memberi jawaban pasti apakah akan bergabung dalam koalisi Demokrat-KPPS untuk Pilkada 2010 nanti. “Semua masih dalam taraf membicarakan siapa orangnya (Balon Wawali). Memang ada beberapa kesamaan untuk bisa digabungkan,” katanya tanpa membenarkan.

haa

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…