Jumat, 8 Januari 2010 10:10 WIB News Share :

Anggodo penuhi panggilan KPK

Jakarta–Setelah sempat mangkir dari panggilan penyidik, adik Direktur PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, akhirnya muncul di Gedung KPK. Begitu tiba di KPK, aktor rekaman dugaan kriminalisasi KPK itu langsung menuju lantai 8 untuk menjalani pemeriksaan.

Anggodo tiba di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/1) pukul 08.50 WIB. Ia didampingi oleh dua orang pengacaranya, Bonaran Situmeang dan Thompson Situmeang.

Sempat terjadi dorong-dorongan ketika Anggodo datang. Anggodo bersama pengacaranya turun di pos Satpam, sedangkan mobil yang ditumpanginya melesat ke area parkir di belakang gedung KPK.

“Saya mau penuhi panggilan dulu, ya,” ujarnya saat dimintai komentar oleh wartawan seputar pemeriksaannya.

Ditanya mengapa bersedia datang ke KPK, Anggodo juga enggan menjawab. “Pokoknya saya mau penuhi dulu,” ujar pria berkemeja biru berlapis jas warna hijau tua tersebut.

Sementara itu, Bonaran menjelaskan, kliennya tidak datang pada panggilan yang lalu karena surat panggilannya terlambat diterima. Surat pemanggilan itu tertulis tanggal 6 (Januari 2010), namun baru diterima pada Kamis (7/1), kemarin.

“Jadi ketidakdatangan kita kemarin, bukan karena apa-apa, tapi karena memang suratnya tidak ada,” ucap Bonaran.

Kalau hari ini ditetapkan sebagai tersangka atau ditahan bagaimana? “Lho ini jelas suratnya dimintai keterangan, statusnya bukan apa-apa,” tukasnya.

Anggodo akan diperiksa terkait dugaan percobaan penyuapan terhadap pimpinan KPK dan upaya menghalangi-halangi penyidikan kasus di KPK.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…