Kamis, 7 Januari 2010 18:23 WIB Hukum Share :

Pengamen di bawah umur diperkosa pengamen


Solo (Espos)–
Niatnya ingin membantu sang ibu mencari nafkah, malah menjadi korban pemerkosaan. Hal ini sesuai dengan yang dialami oleh PA, 16, warga Kentingan baru, Jebres. PA yang sehari-harinya ngamen di perempatan Panggung, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh rekan seprofesinya, Tomi alias Tomblok warga Jajar, Laweyan, pada Minggu malam (3/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, korban mengenal pelaku baru tiga hari sebelum peristiwa nahas tersebut menimpanya. Korban dan pelaku sama-sama mengamen di perempatan Panggung, Jebres. Sebelum kejadian, korban diberi minuman oleh pelaku segelas minuman kopi yang sudah dicampur pil koplo.

Setelah minum kopi tersebut, korban merasa pusing dan lemas. Kemudian oleh pelaku yang saat itu bersama kawan-kawannya, korban diajak ke rumah pelaku untuk merayakan pesta ulang tahun keponakan pelaku.

Sesampainya di rumah pelaku di Jajar, Laweyan, korban kemudian dipaksa oleh pelaku yang sedang dalam pengaruh minuman keras untuk melayani nafsu bejatnya.

Korban yang merasa kehormatannya sudah direnguh secara paksa dan menggunakan kekerasan ini, kemudian melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Mapoltabes Solo, Rabu malam (6/1). Pihak Mapoltabes Solo bersama Satreskrim Jebres, segera meringkus pelaku yang saat itu tengah beroperasi, mengamen di perempatan Panggung.

Atas tindakannya ini pelaku dapat dikenai Pasal 83 UU Perlindungan Anak, karena telah melakukan tindakan cabul kepada anak dibawah umur.

m87

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…