Kamis, 7 Januari 2010 19:05 WIB Boyolali Share :

Mayat tanpa identitas ditemukan di Sungai Serang, Boyolali

Boyolali (Espos)–Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan terapung di Sungai Serang yang berlokasi di Dukuh Pilangdoyong, Desa/Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Kamis (7/1).

Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun tersebut mengenakan celana kolor berwarna hitam, baju lengan pendek berwarna cokelat bergaris dan kaus dalam berwarna cokelat.

Informasi yang dihimpun Espos di Mapolres Boyolali, Kamis, mayat dengan ciri-ciri antara lain tinggi badan 160 sentimeter (cm), berat badan sekitar 53 kilogram (kg), rambut hitam dan berkuku kaki panjang itu ditemukan di lokasi kejadian kali pertama oleh dua orang pencari ikan, yakni Sukirman, 40 dan Suparno, 35, pada sekitar pukul 04.00 WIB.

Awalnya, dua saksi yang merupakan warga Dukuh/Desa/Kecamatan Kemusu, Boyolali tersebut hendak mencari ikan di Sungai Serang. Namun setelah masuk ke sungai, mereka melihat ada sesosok mayat mengapung di air dengan posisi tertelungkup dan tersangkut di batu. Atas penemuan tersebut, keduanya lantas melaporkannya ke Mapolsek dan kantor kecamatan setempat. Mayat tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kemusu.

Dari hasil pemeriksaan tim medis di Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban tenggelam di sungai tersebut karena terpeleset.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho, melalui Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Asnanto mengemukakan mayat korban langsung dibawa ke Forensik UNS Solo untuk keperluan autopsi.

sry

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…