Rabu, 6 Januari 2010 17:30 WIB News Share :

Lurah di Salatiga keluhkan absensi elektronik

Salatiga (Espos)–Sejumlah lurah dan staf kelurahan di Kota Salatiga mengeluhkan mekanisme absensi yang menggunakan mesin absensi elektronik. Pasalnya, mesin tersebut hanya ada di tingkat kecamatan sehingga mereka harus pergi ke kantor kecamatan hanya untuk absen datang dan pulang setiap hari.

Dengan demikian, waktu untuk melayani masyarakat semakin berkurang lantaran habis diperjalanan untuk absen setiap pagi dan sore hari. Sebagian besar lurah dan staf kelurahan merasakan ketidaknyamanan ini, hanya saja mereka tidak berani mengutarakan secara langsung.

“Kalau tidak absen, kami dipotong Rp 30.000,” keluh salah satu lurah yang enggan disebutkan namanya, Rabu (6/1).

Sementara Kepala Bidang Pembinaan dan Pengolahan Data pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Salatiga, Suwarno SH, kepada wartawan menyatakan mekanisme absensi menggunakan mesin absensi elektronik itu masih uji coba. Dengan mesin tersebut, setiap pegawai tidak bisa menitipkan absent kepada pegawai lainnya. Karena absensi menggunakan pemindaian sidik jari, sehingga pegawai yang bersangkutan yang bisa melakukannya.

“Sementara ini memang mesinnya baru dipasang di kantor kecamatan karena masih uji coba. Ke depan rencananya tiap kelurahan akan dipasangi satu mesin,” ungkapnya.

Ia menuturkan harga satu mesin absensi elektronik tersebut kurang lebih Rp 5 juta. Mekanisme absensi menggunakan absensi elektronik ini mulai diberlakukan sejak beberapa bulan lalu. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai.

Anggota Komisi I DPRD Kota Salatiga yang membidangi pemerintahan, Elisabeth Dwi Kurniasih menyatakan dukungannya agar setiap kelurahan dilengkapi mesin absensi elektronik. Sehingga pelayanan masyarakat tidak terganggu hanya karena urusan absensi.

kha

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…