Rabu, 6 Januari 2010 08:15 WIB Solo Share :

Kendaraan di Solo bertambah puluhan ribu


Solo (Espos)–
Kekhawatiran bakal terjadinya kemacetan arus lalu lintas di Kota Bengawan ini nampaknya sudah di depan mata. Pasalnya, jumlah kendaraan yang terus beroperasi di Solo tak berkurang.
Sebaliknya, kian bertambah terus di mana tiap tahunnya mencapai puluhan ribu unit.

“Ini belum yang termasuk kendaraan dari luar Solo yang masuk Solo pada jam-jam kerja. Jika kesadaran warga memakai transportasi umum masih rendah, maka ke depannya akan membuat tingkat kemacetan luar biasa,” ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Baskoro saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (5/1).

Berdasarkan data yang masuk, jumlah kendaraan di Solo tahun 2009 telah mencapai 258.613 unit. Sebelumnya, tahun 2008 jumlah kendaraan mencapai 240.041 unit. Tahun 2007 dan tahun 2006, jumlah kendaraan masih 220.541 unit dan 213.247 unit. Artinya, jumlah kendaraan tiap tahun memiliki tren kenaikan yang mencapai puluhan ribu. “Padahal kita tahu, ruas jalan tak mungkin bertambah. Sebaliknya, malah tak jarang berkurang karena banyaknya PKL serta hunian-hunian liar lainnya. Ini kan tak seimbang,” terangnya.

Membengkaknya jumlah kendaraan tersebut paling banyak dipicu oleh sikap orang yang suka membawa kendaraan pribadi. Terutama, kendaraan bermotor yang jumlah kenaikannya menempati urutan teratas. “Karena, sepeda motor selama ini masih dianggap paling enak untuk kerja, irit, dan leluasa,” jelasnya.

Kondisi tersebut tak jarang banyak yang disikapi berlebihan. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa-siswi sekolah yang sudah membawa kendaraan sendiri-sendiri sehingga pertumbuhan kendaraan bermotor begitu pesat. “Dan prediksi kami, jumlah kendaraan roda dua terus bertambah pesat seiring dengan persaingan pasar bebas dengan membanjirnya kendaraan dari Cina,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjutnya, masih rendahnya minat memakai transportasi umum bagi para pekerja swasta maupun negeri. “Imbauan kami, ke depannya jangan sampai satu orang membawa satu mobil. Bagi pegawai Bank, perhotelan, maupun kantor-kantor swasta, maksimalkan kendaraan antar jemput,” terangnya. Saat ini, Dishub terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan macet pada jam-jam padat. Setiap harinya, pihaknya juga terus menerjunkan personel di sejumlah titik kemacaten di Solo untuk mengatur arus lalu lintas.

asa

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…