Rabu, 6 Januari 2010 12:18 WIB News Share :

ICW
pencatutan nama Burhanuddin Abdullah Perlu janggal


Jakarta–
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengaku telah dicatut namanya dalam proses merger Bank Century. Pencatutan itu kemudian diamini oleh pejabat pengawasan BI sebagai kesalahan kutip.

“Ada yang menarik kecurigaan kita. Apa hubungan Sabar (Sabar Anton, mantan direktur pengawasan BI) dengan pencatutan itu?” tanya peneliti senior ICW, Yanuar Rezky, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (6/1).

Sabar, dalam keterangannya di depan Pansus Century DPR, mengaku telah salah kutip dalam menulis persetujuan atau disposisi merger yang ditandatangani Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Karena surat yang salah ketik ini, Sabar dituding melakukan manipulasi dalam memperlancar proses merger 3 bank, sehingga Bank Century bisa lahir.

Menurut Yanuar, kejadian ini perlu ditindaklanjuti oleh lembaga-lembaga hukum terkait yang sedang menyelidiki kasus Century. Terutama jika ada pihak-pihak yang diuntungkan lewat pencatutan tersebut.

“Harus dicari apakah ada unsur manfaat dari motif yang dilakukan,” tegasnya.

Terhadap pencatutan nama, Yanuar menilai langkah Burhanuddin yang melaporkan hal tersebut ke internal BI sudah tepat. Hanya saja, tindak lanjut dari laporan perlu terus dipantau oleh publik.

“Kalau memang merasa dicemarkan nama baiknya bisa pidana. Silakan saja,” pungkasnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…