Selasa, 5 Januari 2010 22:47 WIB Klaten Share :

Revitalisasi Umbul Ingas diduga bermasalah, Komisi II usulkan audit


Klaten (Espos)–
Komisi II DPRD Klaten mengusulkan dilakukannya audit untuk menguji kelayakan proyek revitalisasi tahap II di objek wisata Umbul Ingas, Desa Cokro, Tulung. Pasalnya hingga pekan pertama Januari 2010, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi.

Selain itu, kualitas bangunan dinilai tak sebanding dengan besaran investasi yang dikeluarkan, yakni Rp 8 miliar lebih. Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andy Purnomo di sela-sela Sidak Komisi II di Umbul Ingas, Selasa (5/1), mengungkapkan, proyek yang dijadwalkan rampung pada akhir 2009 ternyata sampai sekarang belum kelar.

“Padahal katanya Januari ini siap diresmikan. Tapi kami amati masih banyak kekurangan di sana-sini,” jelasnya. Dia menambahkan, bangunan yang sudah jadi pun terkesan dipaksakan untuk mengejar tenggat waktu, sehingga hasilnya dinilai kurang bagus. Misalnya, lanjutnya, tembok di tempat penjualan karcis yang belum kering ternyata sudah ditempel dengan cat.

Selain itu, tegel pada salah satu kolam renang di bagian atas objek wisata tersebut juga banyak yang ambles. Diungkapkan Andy, dengan kualitas bangunan semacam itu, pihaknya ragu Umbul Ingas bisa mengeruk pendapatan asli daerah (PAD) sesuai target. Hal itu tentu mengkhawatirkan lantaran mulai Januari ini Pemkab dibebani kewajiban membayar utang dana untuk revitalisasi.

Ditambahkan anggota Komisi II, Suharna, sejumlah bagian seperti jalan menuju lapangan parkir, jembatan serta papan luncur perlu diuji lebih teliti dari segi keamanan. “Jalan ke tempat parkir terlalu curam, demikian pula jembatannya kurang nyaman dilewati. Sementara papan luncur ini juga perlu dicoba untuk menjamin keamanannya,” jelasnya sambil menunjuk papan luncur sepanjang 100-an meter yang belum difungsikan.

Dia mengungkapkan, audit perlu dilakukan dalam waktu dekat sehingga bagian-bagian yang perlu disempurnakan bisa segera diketahui. Dengan demikian, revitalisasi Umbul Ingas yang diorientasikan untuk menggali PAD atau bussiness oriented bisa berjalan secara optimal.

Pada bagian lain, pelaksana proyek dari CV Waskita Karya, Yuwono menuturkan, pada prinsipnya pihaknya telah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak.

rei

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…