Selasa, 5 Januari 2010 13:33 WIB News,Pendidikan Share :

Depdiknas terima anggaran tertinggi di 2010


Jakarta–
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Kementerian/Lembaga (K/L) di tahun 2010. Dari anggaran K/L Rp 340 triliun, ada 7 Departemen dengan nilai anggaran besar.

“Dari sejumlah Rp340 triliun belanja tersebut, saya ingin memberikan penekanan kepada beberapa kementerian/lembaga yang mendapatkan DIPA yang nilainya besar,” ujar SBY dalam pidatonya pada acara tersebut di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1).

Daftar 7 Departemen penerima anggaran tertinggi adalah: Pertama , Departemen Pendidikan Nasional dengan alokasi anggaran sebesar Rp55,2 triliun.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang merata, peningkatan akses, kualitas dan relevansi pendidikan menengah dan tinggi, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan nonformal, serta peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik.

Kedua , Departemen Pertahanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp42,3 triliun. Dana itu diprioritaskan untuk peningkatan kemampuan pertahanan dan penguatan industri pertahanan, serta peningkatan kegiatan operasional, pemeliharaan dan pengadaan alutsista.

Ketiga , Departemen Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran sebesar Rp34,8 triliun, yang diprioritaskan untuk program pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan, program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau, dan sumber air lainnya, serta program pemberdayaan komunitas perumahan.

Keempat , Departemen Agama dengan alokasi anggaran sebesar Rp27,2 triliun. Dana itu diprioritaskan antara lain untuk program peningkatan pelayanan kehidupan beragama, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, program pendidikan tinggi, program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan, serta program manajemen pelayanan pendidikan.

Kelima , Kepolisian Negara Republik Indonesia sebesar Rp27,2 triliun yang diprioritaskan antara lain pada program pengembangan SDM kepolisian, program pengembangan sarana dan prasarana kepolisian, program pemeliharaan Kamtibmas, serta program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

Keenam , Departemen Kesehatan sebesar Rp21,4 triliun yang diprioritaskan untuk peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat dan pengendalian penyakit, peningkatan ketersediaan dan mutu obat dan tenaga kesehatan, serta peningkatan jaminan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan penduduk di daerah tertinggal, terpencil, dan pulau terluar.

Ketujuh , Departemen Perhubungan sebesar Rp15,8 triliun. Dana itu diprioritaskan untuk program peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana kereta api, program pembangunan transportasi laut, program pembangunan prasarana dan sarana angkutan sungai, danau dan penyeberangan; program pembangunan transportasi udara, serta program restrukturisasi kelembagaan dan peraturan transportasi udara.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…