Senin, 4 Januari 2010 12:50 WIB Issue Share :

Tengku Fakhry bersumpah Manohara ngutang Rp 3,3 M


Kuala Lumpur–
Pangeran Kelantan, Tengku Fakhry, bersumpah di Pengadilan Tinggi Syariah, Senin (4/1). Fakhry melakoni sumpah, yamin istizhar untuk menegaskan tuntutannya pada Manohara.

Tuntutan tersebut adalah meminta Manohara kembali padanya dan membayar utang RM 1,2 juta atau sekitar Rp 3,3 miliar.

Dilansir New Straits Times, dengan menggunakan setelan hitam, putra ketiga Pangeran Kelantan itu, tidak sampai lima menit dalam mengucapkan sumpahnya. Dalam sumpahnya, Fakhry juga menegaskan, kalau uang yang diberikannya pada Manohara bukanlah harta bersama. Uang tersebut diberikannya sebagai utang.

Sebelumnya pada 13 Desember 2009, Pengadilan Tinggi Syariah, telah meluluskan tuntutan Fakhry itu. Pengadilan meminta Manohara kembali pada Fakhry dalam waktu 14 hari dan 30 hari untuk membayar utang.

Namun putusan pengadilan tersebut baru berlaku setelah Fakhry menyatakan sumpahnya. Setelah sumpah itu diucapkan, barulah pengadilan bisa mengambil tindakan.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…