Senin, 4 Januari 2010 20:08 WIB Sragen Share :

Jatah Raskin Sragen menurun

Sragen (Espos)–Jatah Raskin di Kabupaten Sragen sepanjang tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009. Total penurunan tersebut mencapai 232.451 kilogram atau 9,6 %.
Berdasarkan data yang dihimpun Espos, jatah Raskin di Sragen tahun 2010 mencapai 840.814 kilogram untuk 64.678 RTS.

Sementara, bila dibandingkan dengan jatah tahun 2009 terdapat selisih 6.873 RTS. Jumlah jatah Raskin tahun 2009 berkisar 1.073.265 kilogram untuk 71.551 RTS.

“Stok beras sudah tersedia. Untuk saat ini kami masih menunggu Surat Permintaan Alokasi (SPA) dari Pemkab Sragen,” jelas Kepala Gudang Bulog Masaran, Suprapto saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (4/1).

Dia mengatakan, sembari menunggu jadwal pendistribusian, sosialisasi perlu dilakukan di tataran masyarakat. Setidaknya, sosialisai tersebut mencakup per RTS mendapatkan 13 kg dengan harga Rp 1.600 per kilogram.

“Administrasi 2009 sudah selesai dan lunas. Untuk saat ini, kami fokus rencana pendistribusiannya. Sementara, Pagu alokasi Raskin 2010 dari Jateng,” jelas dia.

Menurut dia, sistem pengawasan juga perlu dilakukan masing-masing Kades. Terdapat enam indikator yang patut mendapatkan pengawasan terkait rencana pendistribusian Raskin. Masing-masing indikator tersebut, terkait dengan tepat sasaran, jumlah alokasi yang ada, harga beras, waktu pendistribusian, segi administrasi, dan kualitas beras.

“Hingga saat ini koordinasi kami dengan Pemkab Sragen sudah berjalan cukup baik. Artinya, saat SPA turun, kami siap untuk mendistribusikan alokasi yang ada,” katanya.

Terpisah, menurut Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Sragen, B Handanu Sadono sedianya dalam waktu dekat menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam rangka mendistribusikan Raskin akhir bulan mendatang. Untuk sementara, informasi penurunan alokasi Raskin di Sragen sudah diinformasikan ke masing-masing kecamatan. Nantinya, hal tersebut bakal dilanjutkan di tingkat desa.

 

pso

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…