Minggu, 3 Januari 2010 20:38 WIB Wonogiri Share :

Berkah liburan bagi pedagang ikan

Wonogiri(Espos)–Musim liburan objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri membawa berkah bagi para pedagang ikan olahan, baik yang berada sekitar waduk maupun di pinggir jalan sepanjang Jl Pracimantoro-Wonogiri.

Menurut pantauan Espos di sejumlah lokasi, banyak kendaraan nomor polisi luar Wonogiri yang ramai memadati kios penjual ikan olahan. Salah satunya kios Ny Gito, 50, di Cakaran, Wonogiri, Minggu (3/1).

Gito menuturkan penjualannya mengalami peningkatan pada liburan kali ini. Tiap hari, ia mampu mendapatkan sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000. Padahal pada hari biasa, dirinya hanya mendapat Rp 250.000. “Naiknya sekitar 20 persen. Ramai ya waktu liburan saja, setelah itu, ya, sepi,” tutur Ny Gito.

Ikan hasil olahan yang dijajakan di antaranya wader, pari, udang dan tawes. Ikan wader dijual dengan harga Rp 40.000 sampai Rp 50.000/kg. Sedang harga ikan tawes Rp 25.000 hingga Rp 30.000/kg dan udang Rp 40.000 sampai Rp 50.000/kg.

Salah satu konsumen, Wahyu, mengungkapkan kesempatan liburan ini dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat wisata sambil membeli ikan. “Saya beli ikan wader sekilo, buat <I>ngemil<I> di jalan,” katanya.

Lain halnya bagi penjual ikan musiman, Ny Marno, 57, yang bersama suami berdagang ikan saat liburan. “Bila tidak liburan, saya tidak jualan, tidak laku banyak soalnya,” tuturnya.

Menurutnya, para pembeli hanya wisatawan yang melewati jalan Pracimantoro-Wonogiri, para penduduk setempat jarang yang membeli. “Suami saya waktu liburan berhenti jadi sopir dan membantu saya menggoreng. Namun saat tidak liburan, ia kembali ke pekerjaannya semula,” tambahnya.

Ny Marno membeli ikan tersebut dari para nelayan WGM. Harga ikan tawes sekitar 7.000/kg, sedang udang 16.000/kg dan wader 14.000/kg. “Lumayan buat ngrame-ngramein suasana liburan saja,” pungkasnya.

m86

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…