3 responses to “Manohara terima gelar Keraton”

  1. Lah kok keraton solo yang jadi panutan wong solo kok ikut latah kasih gelar sama manohara, dia itu siapa dan prestasinya apa. Mbok ya liat-liat dulu sebelum ngasih kayak permen saja. Daripada kasih ke dia mbok ya dikasih ke orang-orang yang lebih patut. Saya yang orang solo tulen merasa gelar itu tidak patut diberikan ke se-orang manohara, lebih patut diberikan kepada orang solo yang ada di manca negara yang membawa dan mengenalkan kebudayaan solo, contohnya komunitas orang solo yang ada di Jepang, Belanda yang ikut mengenalkan wisata solo.

  2. Nah? prestasi manohara apaan? sorry yah.. ngga pantes bgt tuh dia. sinetron ajah baru mulai tayang n aktingnya ancur lebur!!!!

  3. Program pemberian gelar sih wajar-wajar saja apabila hal irtu dirasa penting bagi karabat kraton. Namun alangkah baiknya apbila program tersebut dikaitkan dengan selain tokon juga bagi mereka-mereka yang dirasa oleh masyarakat kota Solo/ Karesidenan ASolo sangat berjasa bagi perhatian lingkungan dan bagi negara RI khususnya.
    Kita tengok alun-alun Solo saat ini sangat memrihatinkan keadaannya , selain semarawut tidak ditata apik sehingga memudarkan cahaya Kraton Solo sendiri. Alangkah sayangnya.

Tulis komentar

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.