Kamis, 31 Desember 2009 08:03 WIB News Share :

Seniman dan masyarakat Tionghoa ikut melayat Gus Dur


Surabaya–U
ntuk memberikan penghormatan terakhir bagi Gus Dur, sejumlah perwakilan LSM, seniman dan masyarakat Tionghoa Surabaya berangkat ke Jombang. Mereka berangkat dengan menggunakan 2 bus dan 1 mobil.

“Ini bukan duka bagi umat NU atau Jawa tetapi bagi umat Indonesia,” ujar salah satu perwakilan masyarakat Tionghoa, Sidharta Adhimulya,  kepada wartawan di depan Gedung DPRD Surabaya, Kamis (31/12).

Menurut Sidharta, Gus Dur adalah bapak manusia. Dalam arti Gus Dur bukanlah hanya milik satu golongan saja melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Luar negeri pun bisa jadi turut kehilangan Gus Dur karena Gus Dur juga aktif dalam forum internasional.

Dari pengamatan detiksurabaya.com, rombongan yang terlihat berjumlah kurang lebih 50 orang. Mereka nampak masih menunggu rekan yang lain. Nampak pula cawali independen, M Soleh, di antara para rombongan. Rombongan tersebut dijadwalkan berangkat sekitar pukul 10.00 – 11.00 WIB.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…