Kamis, 31 Desember 2009 17:37 WIB News Share :

Pemprov Bali
Tidak ada ancaman terorisme di Bali


Denpasar–
Pemprov Bali menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan lisan maupun tertulis tentang adanya ancaman terorisme pada malam pergantian tahun. Meski demikian, warga dan wisatawan di Bali tetap diimbau hati-hati.

Hal tersebut diungkapkan Humas Pemprov Bali Putu Suardhika saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (31/12).

Pernyataan Suardhika ini menanggapi informasi bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadinya serangan teroris di malam tahun baru di Pulau Bali.

“Saya tidak tahu dan belum menerima hal itu (peringatan dari Kedubes AS). Tidak pernah ada hal itu,” ujar Suardhika.

Namun demikian, Suardhika tetap meminta masyarakat bali dan wisatawan untuk berhati-hati. Sebab Bali sudah dua kali menjadi sasaran aksi terorisme.

“Jangan sampai hal itu terulang kembali,” tegas Suardhika.

Seperti dilansir ABC News, Kamis (31/12), Kedubes AS telah mengirimkan surat elektronik kepada setiap warga negara AS di Indonesia. Dalam surat tersebut terdapat pernyataan Gubernur Bali Mangku Pastika yang menyatakan ada indikasi akan adanya serangan di Bali malam ini.

“Gubernur Bali Mangku Pastika ingin memberitahukan sebuah pesan bagi kita semua: ada indikasi adanya serangan di Bali malam ini,” jelas pernyataan Kedubes AS.

Dalam pernyataannya, Kedubes AS mengatakan peringatan ini juga telah disebarluaskan oleh Dinas Pariwisata Bali.

“Ekstremis mungkin akan menjadikan tempat-tempat seperti hotel, kafe, pusat perbelanjaan sebagai sasaran demi kepentingan pribadi dan umum. Warga negara AS harus waspada dan berhati-hati setiap saat,” demikian peringatan Kedubes AS bagi warganya di Indonesia.

“Kami mendesak warga AS untuk mengawasi setiap berita lokal. Warga AS harus waspada dengan setiap pengamanan dan keselamatan di hotel, tempat tinggal dan restoran, serta tempat hiburan dan rekreasi yang mungkin akan menjadi sasaran,” tegas pernyataan tersebut.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…