Kamis, 31 Desember 2009 16:30 WIB News Share :

Lagi, WNI tewas di Singapura

Jakarta–Orang tua Aries Jasuwito tidak percaya bila anaknya meninggal karena bunuh diri. Mereka tidak percaya dengan keterangan polisi Singapura. Salah satu alasannya, kalau bunuh diri kenapa sejumlah benda berharga milik Aries hilang.

“HP, kartu kredit dan KTP anak saya hilang. Yang ada hanya dompet saja,” jelas ayah Aries, Jasuwito, melalui telepon, Kamis (31/12).

Keluarga melihat Aries terakhir selepas makan siang, pada 26 Oktober 2009 lalu di mal Rafles City. Setelah makan siang itu Aries yang saat itu tengah berlibur di Singapura bersama keluarga tidak pernah kembali ke hotel. Ponsel Aries pun tidak bisa dihubungi.

Keluarga baru mendapatkan kabar 23 hari kemudian, setelah pulang ke Indonesia, bila Aries meninggal dunia. Keluarga sebelumnya telah memasang iklan di TV, radio dan koran Singapura soal hilangnya Aries.

“Polisi hanya menyebutkan kalau anak saya loncat dari gedung. Tapi kalau benar bunuh diri kenapa tempat jasadnya ditemukan jauh dari Rafles?” kritis Jasuwito.

Keluarga menilai kepolisian Singapura terkesan tertutup. Pihak pemerintah Indonesia melalui Deplu pun seolah tidak banyak membantu.

“Anak saya mudah bergaul, dan tidak ada persoalan apa-apa, tidak mungkin melakukan bunuh diri,” terang pengusaha yang tinggal di Bali ini.

Hingga kini, Jasuwito terus mencari kebenaran mengenai penyebab meninggalnya anak bungsunya tersebut. Tapi upaya mereka seolah menembus tembok, tidak ada kemajuan berarti yang didapatkan.

“Hasil autopsi saja tidak diberikan. Penyebab kematian hanya disebutkan bunuh diri. Kami meminta foto lokasi jenazah ditemukan saja tidak diberikan juga,” imbuhnya.

Sebenarnya keluarga hanya menginginkan kejelasan, tidak menuntut apapun. “Kami hanya ingin mengetahui anak kami meninggal karena apa? Kalau bunuh diri, itu tidak mungkin,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…