Kamis, 31 Desember 2009 12:34 WIB Ekonomi Share :

Israel masih dilarang investasi di Indonesia

Jakarta–Israel masih terlarang untuk menanamkan investasinya ke Indonesia. Hal itu bukan karena hubungan diplomatik yang belum terjalin antara Indonesia dengan negara tersebut, melainkan lebih terhadap gejolak yang akan timbul di masyarakat jika hal tersebut terjadi.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Rabu (30/12).

“Kita dengan Taiwan tidak ada hubungan diplomatik. Tapi banyak investor Taiwan di sini. Itu bukan pembatasan. Tapi kalau Israel ke sini nanti Pak Tifatul (Menkominfo) marah, ramai lagi,” jelas Hatta.

Hatta menambahkan sejauh ini hubungan diplomasi Indonesia dengan Israel memang belum terjalin. Bahkan paspor warga Indonesia saja tidak berlaku ke Israel.

“Paspor kita saja tertulis tidak berlaku untuk ke Israel. Itu maksudnya apa? Berarti tidak boleh,” ungkap Hatta.

Mengenai sebagian saham Carrefour yang dimiliki oleh BUMN Israel, Hatta mengatakan bahwa hal itu menjadi urusan Komisi Pengawas Persaingan usaha.

“Itu kan soal persaingan usaha, itu urusan KPPU. Tapi kalau terjadi persaingan usaha tidak sehat, itu urusannya dengan KPPU,” tambahnya.

Seperti diketahui, Perusahaan Israel, Koor Industries Ltd menambah kepemilikan sahamnya di Carrefour SA. Koor membayar 3% saham peritel asal Prancis itu pada harga 3,5 miliar shekel atau sekitar US$ 886 juta pada Juni lalu.

Dengan tambahan kepemilikan ini, maka Koor akan menjadi pemegang saham terbesar kedua Carrefour SA setelah Blue Capital yang kini menguasai 13,55% saham Carrefour.

Terkait Daftar Investasi Negatif (DNI) Indonesia saat ini, Hatta menyatakan sudah selesai dibahas dan bisa segera dilaporkan. Yang jelas pada DNI kali ini, pemerintah lebih memberikan kepastian pada para investor.

“Sama seperti yang dulu. Kalau yang dulu lebih banyak grey area. Sekarang menjadi lebih pasti,” jelas Hatta.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…