Kamis, 31 Desember 2009 19:55 WIB Internasional Share :

AS tingkatkan bantuan militer dan ekonomi ke Yaman

Washington– Amerika Serikat meningkatkan bantuan militer dan ekonomi kepada Yaman , seperti yang telah dilakukannya di Afghanistan  dan Pakistan.

Ancaman meningkat  setelah kasus Umar Farouk Abdulmutallab, warga Nigeria yang dilaporkan mengakui dilatih oleh seorang ahli pembuat bom  Al Qaida di Yaman untuk misinya meledakkan sebuah jet tujuan AS di Detroit.

“Sampai taraf tertentu  anda dapat  membantah  bahwa insiden pesawat  pada Hari Natal itu menjadi perhatian, perhatian publik pada Yaman,” kata seorang pejabat senior  Departemen Luar Negeri  yang tidak bersedia namanya ditulis kepada AFP.

Tetapi “pasti dalam pemerintah ini dan tentu pemerintah-pemerintah lain di seluruh dunia kami sangat peka dengan apa yang terjadi di Yaman,” kata pejabat tersebut.

“Pada tahun lalu , ada fokus baru  tentang apa yang kami dapat lakukan , bagaimana  dapat meningkatkan  proses bantuan,” kata pejabat itu.

Pada tahun fiskal  2010, bantuan pembangunan dan keamanan  untuk Yaman diperkirakan akan meningkat menjadi 63 juta dolar  dari total 40,3 juta dolar pada tahun keuangan  2009, kata juru bicara Departemen Luar Negeri  Darby Holladay.

“Jumlah ini merupakan peningkatan 56 persen  dari tahun keuangan 2009 dan 225 persen  dari tahun fiskal 2008,” kata Holladay kepada AFP.

Ia mengatakan dana- dana itu  tidak termasuk apa yang disebut  dan kontra terorisme 1206, yang diprogramkan  selama tahun itu. “Tidak ada keputusan dibuat karena  penggunaan dana-dana ini tahun 2010. Pada  tahun 2009  memperoleh dana 67 juta dolar untuk perlengkapan dan bantuan via dana 1206 untuk mendukung  program kontra terorisnya dan pasukan pengawas perbatasan.”

Holladay menambahkan” AS dan Yaman telah dan akan terus meningkatkan kerjasama mengenai kontra terorisme untuk menghadapi ancaman AQAP ( Al Qaida di Jazirah Arab)  yang meningkat.

Pentagon, melalui dana-dana 1206, telah membantu Yaman sejak tahun 2006 untuk melatih dan memberikan peralatan  bagi pasukannya  termasuk memberikan mereka radio-radio , suku cadang,helikopter , truk-truk  dan kapal-kapal patroli, kata Bryan Whitman, juru bicara Pentagon.

Pada tahun 2006, dana-dana seperti itu hanya berjumlah 4,5 juta dolar. Berdasarkan kecenderungan itu , bantuan-bantuan militer seperti itu  akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Kedua negara juga berbagi informasi intelijen  dan AS  diduga kuat  membantu  pasukan Yaman  melancarkan serangan-serangan udara  terhadap sasaran-sasaran  Al Qaida dalam beberapa minggu belakangan ini.

Media AS juga melaporkan bahwa pasukan khusus AS  telah melatih pasukan Yaman. Pejabat senior  Departemen Luar Negeri mengatakan bantuan  yang diberikan itu semuanya sangat diperlukan  karena Yaman  harus menangani  masalah ekonomi  selain serangan  yang meningkat dari Al Qaida dan pemberontakan kelompok Syiah.

Para pejabat AS mengatakan  dukungan Washington  bagi usaha-usaha kontra terorisme  Yaman  tidak ada kaitannya dengan perang Sanaa  terhadap kelompok perlawanan Huthi.

AS menjalankan program-program itu  dengan tujuan meningkatkan lapangan kerja , membantu para petani, membangun sekolah-sekolah  dan meningkatkan pelayanan kesehatan  bagi iwarga Yaman  yang kekurangan pelayanan yang layak  di wilayah-wlayah pendesaan, kata pejabat itu.

“Salah satu alasan-alasan  Al Qaida mampu berfungsi di Yaman adalah karena pemerintah tidak menguasai sepenuhnya  daerah-daerah, yang  kekurangan sumber-sumber daya manusia dan kemampuan untuk memberikan pelayanan,” kata pejabat itu.

Pejabat itu mengakui  bahwa lebih gampang  memberikan pelayanan  di Afghanistan  karena pasukan AS dan lainnya  dikerahkan untuk menjamin keamanan, yang sering tidak sama dengan kasus di Yaman tempat “tidak ada zona-zona terlarang secara jelas.”

Pejabat itu mengatakan AS akan berkonsultasi dengan sekutu-sekutu Eropanya dan tetangga-tetangga  Yaman di Arab Teluk  mencari jalan untuk “memobilisasi bantuan  tetapi menambahkan  Yaman perlu melakukan tindakan untuk menjamin uang tiu digunakan secara layak.

Pejabat itu mengaku bahwa tidak semua dari bantuan yang dijanjikan 4,7 juta dolar itu dalam satu konferensi  di London tahun 2006  telah diberikan  di tengah-tengah keraguan akan pertanggungjawaban  negara itu.

ant/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…