Kamis, 31 Desember 2009 09:56 WIB Wonogiri Share :

14 Program strategis Bupati Wonogiri belum tersentuh


Wonogiri (Espos)–
Pelaksanaan anggaran tahun 2009 lalu belum mampu menyentuh 14 program strategis Bupati Wonogiri, H Begug Poernomosidi. Kondisi yang sama diperkirakan juga akan terjadi di 2010 mendatang lantaran anggaran APBD sangat minim.

Padahal, masa jabatan bupati akan berakhir 2010 mendatang. Adapun 14 program dimaksud adalah pembangunan Museum Karst dan Bumi Jagad Spiritual di Pracimantoro, Weekend Night, penyelamatan konservasi air Waduk Gajah Mungkur (WGM), pengembangan Desa Tawangharjo sebagai Desa Idaman, Pembangunan Terminal Tipe A di Krisak, jalur lintas selatan, jalur lingkar kota Wonogiri, pembangunan hotel dan showroom di bekas terminal lama, pembentukan BKK modern, Islamic Center, kawasan industri Alas Kethu, pemberdayaan bangunan lantai III Pasar Kota Wonogiri, Plasa WGM, dan Sport Center.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wonogiri, Edy Heriawan, dalam rapat koordinasi penyedia jasa konstruksi akhir 2009 di Ruang Data Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Rabu (30/12) mengungkapkan, belum tersentuhnya 14 program strategis bupati itu terjadi lantaran minimnya anggaran. Padahal, saat itu, ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) cukup besar yang nilainya mencapai Rp 161 miliar dari anggaran tahun 2007-2008. Sedangkan pada 2010, Silpa hanya Rp 36,7 miliar.

“Tahun 2010 nanti, terjadi penurunan belanja langsung yang cukup signifikan. Dari tahun 2009 sebesar Rp 290.034.877.000 menjadi hanya Rp 157.992.833.700 pada 2010. Turun sekitar 50%. Hal ini tentu akan berpengaruh pada penyedia jasa konstruksi karena jumlah proyek yang dilelang juga akan berkurang,” jelas Edy.

Edy menambahkan, untuk belanja proyek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tahun ini hanya Rp 17,04 miliar atau turun dari tahun lalu yang mencapai Rp 45,8 miliar. Sedangkan di Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), belanja proyek hanya Rp 5,831 miliar, turun dari tahun lalu yang mencapai Rp 16,685 miliar.

Ditambahkan Kabid Permukiman dan Tata Ruang DPU, Tri Pomo, tahun 2010 akan menjadi tahun penuh keprihatinan bagi penyelenggaraan proyek-proyek fisik. Termasuk untuk pengadaan semen, sebagai contoh, tahun ini hanya mendapat alokasi Rp 450 juta. Padahal tahun lalu mencapai Rp 3 miliar.

Salah seorang kontraktor dari CV Duta Teknik, Agus Setiono mengatakan tahun 2010 mendatang pihaknya sepertinya memang tidak bisa berharap banyak pada proyek-proyek fisik dari pemerintah. “Kami memaklumi karena kondisi keuangan daerah yang sedang sulit. Maka kamipun akan berusaha dengan mencari proyek-proyek dari swasta, dengan tetap memantau jika ada proyek dari Pemkab,” ungkap Agus, yang merupakan Direktur CV tersebut.

shs

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…