Rabu, 30 Desember 2009 18:48 WIB News Share :

Warga Mayahan babak belur dikeroyok tujuh pemuda


Grobogan (Espos)–
Nasib naas dialami Ferry Andreas, 19, warga Dusun Kayen, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo saat hendak membeli bensin, pekerja bangunan ini babak belur dihajar sekolompok pemuda yang tengah mabuk di tepi jalan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari.

Hingga Selasa (29/12), korban yang babak belur mengalami luka di bagian kaki dan memar di wajah serta bibir masih terlihat bengkak akibat dikeroyok tujuh pemuda, masih tergolek lemah di bangsal Kemuning, RSUD dr R Soedjati Purwodadi

Menurut Ferry ketika ditemui wartawan di rumah sakit, peristiwa pengeroyokan itu berawal ketika Minggu sore (28/12), ia bersama empat temannya, Rumadi,  Agus, Padiman, dan Sarbini naik motor baru pulang kerja proyek perbaikan Gedung SD Negeri 3 Karangasem, Wirosari.
Saat melewati Dusun Sawit, Desa Tanjungrejo, sepeda motor korban kehabisan bensin. Teman korban, Rumadi kemudian berinisiatif menanyakan keberadaan warung bensin eceran kepada sekelompok pemuda yang tengah nongkrong di pinggir jalan.

Bukan ditunjukan lokasi penjual bensin eceran, salah satu pemuda yang nongkrong tersebut malah melayangkan pukulan ke wajah buruh bangunan itu. Melihat Rumadi dipukul oleh salah satu pemuda, Ferry kemudian berusaha melerai.

Naas, Ferry juga terkena pukulan, karena tidak merasa bersalah korban kemudian berusaha membela diri. Namun hal itu membuat enam pemuda lainnya menyeret korban dan mengeroyok korban hingga babak belur.
Tidak hanya Rumadi dan Ferry, tiga temannya, Agus, Sarbini dan Padiman juga menjadi sasaran pengeroyokan.

Kebrutalan tujuh pemuda mabuk tersebut baru berhenti, setelah sejumlah warga yang melihat kejadian itu mendatangi lokasi dan menolong korban.

Ferry kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Wirosari. Laporan korban diterima Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Wirosari, Aiptu Bejo Utomo.

Kapolsek Wirosasri, AKP Sudarsono ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan kasus tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan. “Anggota sudah kita kerahkan untuk mencari ketujuh pelaku tersebut,” tegas AKP Sudarsono.

rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…