Rabu, 30 Desember 2009 13:12 WIB News Share :

Tuntut diangkat CPNS, ratusan honorer geruduk BKD Jateng


Semarang (Espos)–
Ratusan honorer calon pegawai negeri sipil (CPNS) non-APBD/APBN di wilayah Jateng yang teranulir tahun 2005 silam menggruduk kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Rabu (30/12). Mereka menuntut segera diangkat menjadi CPNS.

Massa yang mulai berdatangan sekitar pukul 09.00 WIB ini berakhir sekitar pukul 11.00 WIB ditemui secara langsung oleh Kepala BKD Jateng Agus Setiyanto.

Koordinator aksi Marwan Mardini dalam orasinya mengatakan selama ini honorer CPNS yang teranulir tahun 2005 nasibnya terkatung-katung. Tidak ada kejelasan status bagi nasib para honorer tersebut. Apalagi ditambah dengan sudah tidak berlakunya PP 43/2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS.

Disebutkannya sedikitnya di wilayah Jateng tercatat ada sebanyak 1.225 honorer non-APBD/APBN yang nasibnya tidak jelas. Jumlah ini terbanyak dari formasi guru atau tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. “Kami mendesak Pemerintah segera terbitkan PP baru sebagai pengganti PP 43/2007 yang kini sudah tidak berlaku dengan diangkatnya seluruh tenaga honorer APBD/APBN menjadi CPNS pada tahun 2009 ini,” tegasnya.

Marwan mendesak BKD Jateng untuk segera meneruskan tuntutan pengajuan honorer non-APBD/APBN ke pemerintah pusat melalui Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

Sementara menanggapi tuntutan massa, Kepala BKD Jateng Agus Setiyanto mengatakan penerbitan PP baru semuanya tergantung dari pemerintah pusat. Namun demikian pihaknya berjanji siap memfasilitasi para tenaga honorer untuk menemui Menpan.

“Untuk masalah PP itu nanti tergantung dari pemerintah pusat bagaimana. Namun yang jelas saya siap mendampingi untuk menemui Menpan,” katanya.

oto

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…