Rabu, 30 Desember 2009 10:29 WIB Ah Tenane Share :

Tolong, Pak SBY...!

30jonkoploKarena tuntutan pekerjaan sebagai seorang wartawan sebuah koran nasional yang bertugas di Jakarta, Tom Gembus jarang pulang ke rumahnya di kawasan Trucuk, Klaten, kecuali pas Lebaran. Namun ia rajin mengirimkan foto-fotonya yang sedang berpose bersama artis ataupun pejabat negara ke rumah. Maklum, setelah liputan dengan orang terkenal, Gembus biasanya minta berfoto bersama.
Lady Cempluk, sang ibu, merasa senang dan bangga. Foto-foto itu dipigura dan dipajang di ruang tamu agar bisa dipamerkan kepada para tetangga dan saudara.
Benar juga. Tamu-tamu yang datang ke rumahnya pas Lebaran kemarin pada gumun dengan koleksi foto-foto Gembus yang bisa berpose dengan orang-orang terkenal. Bahkan salah satu orang yang sangat terkagum-kagum adalah Pakde Jon Koplo, tetangga desanya. Ia sangat lama memandangi foto Tom Gembus yang sedang bersalaman dengan Pak Presiden.
”Biasa, Pakdhe, namanya wartawan, pasti kenal siapa-siapa, termasuk Pak Presiden,” jelas Cempluk agak umuk.
”Ooo, jadi Gembus kenal sama Pak SBY ta?” Koplo makin penasaran. Cempluk mengangguk dan segera memanggil Tom Gembus.
”Mbus, mbok aku ditulungi, Mbus!” pinta Jon Koplo.
”Ditulungi napa, Pakdhe?” tanya Koplo.
”Saya ini kan jadi pegawai honorer sudah 10 tahun, mbok dibilangkan sama Pak Presiden biar saya diangkat jadi pegawai negeri,” tambah Jon Koplo yang bekerja sebagai penjaga sekolah SD.
”Lhadalah, pengangkatan pegawai negeri dari honorer itu kan ada aturan dan syarat-syaratnya, Pakdhe. Bukan sekadar minta ke presiden,” terang Gembus. ”Saya salaman sama Pak SBY bukan karena kenal secara pribadi, tapi waktu itu pas ada acara silaturahmi Pak SBY dengan para wartawan.” tambahnya
Mendadak Lady Cempluk tersipu malu mendengar penjelasan dari anaknya.  Kiriman Esti Suci Aruningsih, Gajahan RT 2/RW II, Pasar Kliwon, Solo 57115

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…