Rabu, 30 Desember 2009 20:37 WIB Boyolali Share :

Pemkab Boyolali segera perbaiki infrastruktur rusak


Boyolali (Espos)–
Sejumlah infratruktur yang rusak akibat bencana alam di wilayah Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (27/12) lalu, bakal segera diperbaiki untuk memulihkan kondisi di wilayah setempat.

Untuk keperluan tersebut, Pemkab akan mengalokasikan anggaran perbaikan dari dana anggaran tak terduga pada APBD 2010 dengan sejumlah pergeseran prioritas.

Demikian ditegaskan Bupati Boyolali, Sri Moeljanto ketika meninjau sejumlah lokasi bencana alam di Kecamatan Cepogo, antara lain Desa Cepogo, Desa Wonodoyo, Desa Sumbung, Rabu (30/12). Perbaikan yang akan dilakukan, terutama beberapa infrastruktur vital seperti jembatan-jembatan yang mengalami kerusakan dan ambrol akibat banjir dan longsor di wilayah itu.

Bupati menuturkan kerusakan infrastruktur terutama fasilitas jembatan di wilayah Kecamatan Cepogo Boyolali akan menjadi prioritas penangangan jika kondisinya dinilai mengancam kondisi perekonomian dan sosial bagi masyarakat setempat maupun di sekitar wilayah tersebut.

“Jika setelah dilakukan kajian ternyata bisa masuk skala super prioritas maka pendanaan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam bisa dilakukan dengan menggeser pos anggaran lain pada APBD 2010,” terang Bupati.

Bahkan jika dinilai sangat mendesak, Bupati menyatakan rehabilitasi dapat segera dilakukan dengan menggunakan dana tak terduga, namun tentu saja jika anggaran yang ada pada pos tak terduga memungkinkan untuk mendanai perbaikan yang dibutuhkan.

Sebagaimana diketahui, bencana alam di Kecamatan Cepogo berupa banjir dan tanah longsor telah merusak sejumlah fasilitas antara lain beberapa jembatan yang menghubungkan berbagai desa di wilayah tersebut.

Selain itu, bencana juga merusakkan ratusan hektar tanaman pertanian, merobohkan rumah penduduk serta merusakan jaringan pipa air bersih di empat desa di wilayah itu.

sry

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…