Rabu, 30 Desember 2009 14:37 WIB News Share :

Nekat gunakan ponsel, Mandala turunkan 7 penumpang


Jakarta–
Penerbangan Mandala 103 dengan rute penerbangan Pekanbaru-Batam pukul 11.55 WIB dengan 179 penumpang, Rabu (30/12) terpaksa mengalami keterlambatan. Penyebabnya, kru Mandala membuat tindakan tegas yakni menurunkan penumpang yang menggunakan telepon seluler (ponsel) di dalam pesawat.

Ada tujuh penumpang yang diturunkan secara paksa di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Mereka diturunkan karena tindakannya membahayakan keselamatan penerbangan dan penumpang lain.

Salah satu dari tujuh penumpang yang diturunkan paksa itu nekat menggunakan ponsel saat pesawat sudah bergerak menuju landasan pacu. Saat itu, seorang penumpang itu masih menggunakan telepon genggam karena salah seorang kerabatnya tertinggal dalam penerbangan tersebut.

Pramugari Mandala sudah beberapa kali mengingatkan untuk mematikan telepon genggam, namun penumpang tersebut beserta rombongannya yang berjumlah tujuh orang tidak menggubris. Mereka justru melepaskan sabuk pengaman serta menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat untuk kembali menjemput kerabat yang tertinggal.

“Tindakan mereka sangat membahayakan keselamatan penumpang yang lain dan juga pesawat.  Pramugari sudah meminta dengan baik-baik agar penumpang tersebut tidak menggunakan telepon genggam di dalam pesawat, namun yang terjadi mereka semakin marah dan menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat untuk kembali,” ujar Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati.

Trisia menambahkan bahwa tindakan mereka sudah melanggar UU No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan mengenai menjaga keselamatan dan keamanan dalam pesawat udara selama penerbangan.

Sebelumnya Mandala sudah menurunkan penumpang karena menggunakan telepon genggam di dalam pesawat di Yogyakarta dan Medan.

Saat ini, penumpang ditangani oleh pihak keamanan bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru yang selanjutnya akan diserahkan pada pihak kepolisian.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…