Rabu, 30 Desember 2009 23:42 WIB Solo Share :

KPPS sodorkan birokrat untuk dampingi Eddy


Solo (Espos)–
Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS) menyodorkan dua nama sebagai bakal pendamping Eddy Wirabhumi melenggang ke Pilkada 2010. Satu dari dua nama tersebut disebut-sebut berasal dari unsur birokrat.

“Kami sudah mempersiapkan untuk calon AD 2 (Wawali). Tetapi kami juga akan mengajak rekan-rekan lainnya untuk membahasnya lebih lanjut,” jelas Ketua Koordinator KPPS Abdullah AA ketika dihubungi Espos, Rabu (30/12).

Kendati menyodorkan dua nama, Abdullah masih enggan membeberkan identitas kedua tokoh itu. Saat ditanya berasal dari kalangan mana, Abdullah menjawab dari unsur birokrat dan politisi. Abdullah juga tidak membeberkan birokrat tersebut berasal dari pemerintahan di tingkat apa. “(Birokratnya) bisa masih ada, bisa sudah pensiun,” ungkap Abdullah.

Meski sudah ada dua nama yang disodorkan, calon pendamping Eddy masih bisa bertambah. Ini, lanjutnya, tergantung dari perubahan peta koalisi yang terjadi nanti. Sejauh ini, masih ada Partai Golkar yang belum bersikap terkait koalisi partai. Sementara KPPS mengaku masih berharap koalisi PAN-PKS bergabung menjadi koalisi besar. “Karena kami mau tambah kuat, siapa tahu Golkar, PKS dan PAN bergabung. Kami terbuka hingga detik terakhir waktu pendaftaran. Gejolak politik masih bisa berubah,” tandasnya.

Sementara DPD Partai Golkar Solo melalui ketuanya, RM Kusrahardja belum bersikap jelas terkait arah politik partai pohon beringin itu. Kusrahardja menegaskan, sikap tegas Golkar bakal ditentukan dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar pada 19 Januari 2010 mendatang. “Nanti setelah Musda baru kami paparkan peta politiknya. Baru kemudian melakukan hitung-hitungan politik. Ibarat lari, kami tinggal pencet saja,” aku dia saat ditemui di Gedung Dewan.

Terkait ajakan untuk koalisi besar dari Partai Demokrat, Kusrahardja juga masih belum memberikan jawaban. Lagipula, sikap partai kuning tersebut, jelasnya, masih menunggu arahan dari DPP Partai Golkar. “Koalisi itu juga untuk kepentingan apa? Apakah rakyat atau bagaimana?” lanjut dia.

Menanggapi hal itu, Abdullah mengatakan, koalisi besar dilakukan untuk menciptakan perubahan bagi Kota Solo menuju arah yang lebih baik. Terkait restu dari DPP Partai Demokrat terhadap Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Eddy Wirabhumi, Abdullah merespon positif. “Karena dia sebagai ketua Partai Demokrat dia dipersiapkan ke sana (maju Pilkada),” pungkas anggota DPRD Solo itu.

haa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…