Rabu, 30 Desember 2009 22:46 WIB Solo Share :

Dishub tolak izin musik jalanan di malam pergantian Tahun Baru

Solo (Espos)--Dinas Perhubungan (Dishub) Solo menolak permohonan izin lima penyelanggaran konser musik di atas kendaraan pada malam pergantian tahun 2010.

Penyelenggaraan musik di jalanan tersebut, menurut Kepala Dishub Solo, Yosca Herman Soedradjat, rentan menyebabkan kemacetan di jalan raja. Herman, sapaan akrabnya, menyebut telah menolak pengajuan izin semacam itu.

Jika tetap diselenggarakan, dia meminta lokasi diarahkan ke tempat-tempat yang telah ditentukan, seperti lapangan dan stadion. “Kebijakan kita tidak memberikan izin kepada kendaraan tronton untuk bermain musik di jalan. Lokasi sudah kita tentukan di lapangan, seperti di Stadion Manahan,” ungkap Herman, saat dihubungi Espos, Rabu (30/12).

Dia menambahkan, jelang pergantian tahun baru 2009 menuju 2010, Dishub bekerja sama dengan Poltabes Solo dalam pengaturan lalu lintas. Diprediksi, kawasan Manahan dan Jl Slamet Riyadi akan mengalami kemacetan paling parah di banding lokasi lain. Untuk itu, Herman mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 125 personil Dishub guna mengatur lalu lintas. Seratusan personil Dishub itu disiagakan di titik-titik tetap, maupun bergerak memantau ruas jalan se-Solo.

“Pengalihan jalur, biasa dilakukan, tapi itu situasional. Yang pasti kami sudah sepakat dengan Satlantas, agar mengurangi volume kendaraan selepas pukul 00.00 WIB, saat pergantian tahun,” imbuh dia.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menerjunkan seluruh personil untuk membantu mengamankan kondisi malam pergantian tahun. Kepala Satpol PP, Hasta Gunawan mengungkapkan, sebanyak 112 personil Satpol PP akan bersiaga di sejumlah titik rawan. Di antaranya, Balaikota Solo, kawasan Ngarsapura, rumah dinas pejabat dan kantor-kantor pemerintah.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…