Rabu, 30 Desember 2009 14:30 WIB Ekonomi Share :

Dampak FTA, jutaan orang terancam kena PHK

Jakarta–Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak terburuk dari perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) ASEAN-China bisa mencapai 7,5 juta orang.

Hal ini bisa terjadi jika pemerintah tidak melakukan upaya-upaya konkrit untuk menekan imbas terburuk FTA seperti membendung serbuan produk-produk impor China dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Demikian disampaikan oleh Ketua Apindo Djimanto saat ditemui di sela-sela acara temu akhir tahun antara dewan pengupahan nasional, depnakertrans dan LKS Tripartit di kantor Depnakertrans, Jakarta, Rabu (30/12).

“Kira-kira 7,5 juta orang terancam terdegradasi, setelah itu bisa menganggur, bisa jadi pengusaha dan lain-lain. Ini kalau tidak ada upaya sama sekali,” katanya.

Djimanto menjelaskan, saat ini peredaran barang impor di Tanah Air mencapai 50% dari komiditas di pasar dalam negeri, dimana dari jumlah barang impor sebanyak 40% adalah produk-produk impor China. Apindo memperkirakan jika dampak terburuk FTA terjadi maka komposisi barang-barang impor bisa melonjak hingga 75% sedangkan produk-produk China naik sampai 70%.

“Kalau dilepas tidak ada upaya penghambatan maka akan naik ke titik 75% (barang impor). Ini akan mendesak lapangan kerja seperempatnya dari pekerja formal 29 juta orang,” katanya.

Potensi membanjirnya barang-barang impor tersebut akan berdampak pada kinerja industri dalam negeri, khususnya dalam mempengaruhi penjualan yang berujung pada penurunan produksi dan berakhir pada pengurangan tenaga kerja.

Ditempat yang sama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaiman Iskandar mengatakan pelaksanaan FTA sedkit banyak akan mempengaruhi sektor ketenagakerjaan di Tanah Air. Namun kata dia, dampaknya tidak akan signifikan.

“Signifikan sih tidak, tapi akan ada ancaman,” kata pria yang biasa disapa Cak Imin itu.

Sekarang hingga Desember 2009 pekerja formal di Indonesia   hanya 30,65% atau 32,14 juta orang dari total angkatan kerja. Sedangkan untuk jumlah pekerja informal mencapai 67,86 juta orang. Jumlah itu mencapai 69,35% dari total angkatan kerja di Indonesia sebanyak 113,83 juta orang.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…