Selasa, 29 Desember 2009 12:28 WIB Ah Tenane Share :

Sop bokong

29koploAwal Desember lalu, Tom Gembus yang tinggal di Wonosari, Klaten, punya hajat menikahkan anak ragilnya, Gendhuk Nicole, dengan seorang pemuda asal Jakarta. Untuk mengatur segala hal dalam perhelatan itu, Tom Gembus mempercayakan sepenuhnya kepada kakak perempuannya, Lady Cempluk yang biasa dipanggil ”mbokdhe” karena (maaf) bokongnya gede.
Saat perhelatan digelar, Mbokdhe Cempluk sangat sibuk hilir mudik wira-wiri hingga tak sempat nyelehke bokong. Sebentar-sebentar ia ke depan bagian penerimaan tamu, lalu ke barisan sinoman, tak lama kemudian ia sudah berada di bagian penyiapan makanan. Begitu seterusnya, muter-muter kaya gangsingan.
Namun ada pepatah, sekencang-kencang gangsingan muter akhirnya akan jatuh juga. Begitu juga dengan Mbokdhe Cempluk. Entah saking capeknya atau saking bingungnya, tiba-tiba saja ia nggloyori dan terjatuh di tengah-tengah orang yang sedang njereng sop di piring-piring. Mak bruk, kecopak, krompyang…! begitu bunyinya.
”Waduuuh… bokongku  panaaas…!” keluh Mbokdhe Cempluk yang cekakaran di deretan piring-piring berisi sop yang siap dihidangkan.
”Wadhuh, lha piye iki? Bokongku teles kabeh,” sambat Mbokdhe Cempluk sambil ngacir ke ruang ganti pakaian. Peristiwa tersebut tidak luput dari pengamatan Jon Koplo, bocah polos berumur 3 tahun. Maka ketika para tamu undangan hendak menyantap sop ayam yang terhidang, bocah itu pun ngoceh dengan entengnya, ”He-he-he… sop ayamnya tadi gupak bokongnya Mbokde Cempluk!” seru Koplo dengan entengnya.
”Bagaimana bisa begitu?” tanya salah seorang tamu.
”Iya. Aku tadi lihat Mbokde Cempluk jatuh dan bokongnya nyemplung di sop!” jelasnya gamblang.
Alhasil, sebagian yang mendengar pengakuan Koplo itu urung memakan sop ayamnya. Sementara dari mulut ke mulut cerita terus beredar sehingga banyak tamu yang tidak memakan sop, bahkan makanan yang lainnya juga. Akhirnya, hidangan yang tersaji di perhelatan itu banyak yang mubazir gara-gara kejujuran Koplo.  Kiriman Agus Wahyudi, Dukuh Craken RT 01/Rw II, Segaran, Delanggu, Klaten

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…