Selasa, 29 Desember 2009 23:06 WIB Klaten Share :

Kontroversi program Tilik Desa,Golkar bela Bupati


Klaten (Espos)–
Fraksi Partai Golkar DPRD Klaten membela program Tilik Desa yang sempat disorot oleh anggota Komisi I legislatif setempat, dalam pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2010.

Golkar menganggap program Tilik Desa bukan sebagai aksi politik, namun sebagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Klaten, FX Setyawan mengatakan, program tersebut justru sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Toh, kalaupun dianggap bernuansa politik, itu terjadi karena hajatan Pilkada semakin dekat. “Siapapun Bupati-nya, Tilik Desa tetap digelar,” kata dia di Gedung Dewan, Selasa (29/12).

Dia mengatakan, program tersebut telah berjalan baik sejak tiga tahun silam. Bahkan, masyarakat merasakan manfaatnya saat berada dekat dengan pucuk pimpinan Pemkab Klaten itu. “Hanya karena semakin dekat dengan Pilkada, sensitifitasnya menjadi semakin naik,” tandas dia.

Sebagaimana diketahui, Partai Golkar merupakan partai pengusung pasangan yang saat ini terpilih menjadi kepala daerah yakni Sunarna-Samiadji pada periode 2005-2010. Untuk Pilkada tahun depan, Golkar juga kembali mencalonkan Sunarna sebagai petarung di hajatan pesta demokrasi itu.

Setyawan menekankan, DPRD pun tidak menyatakan penolakan atas program tersebut. Hanya komisi I sempat memberikan catatan terkait hal tersebut. Melalui kadernya di Komisi I, program Tilik Desa juga tetap masuk sebagai bagian program kerja Bagian Pemerintahan Setda Pemkab Klaten pada 2010.

Sebelumnya (SOLOPOS, 29/12), Tilik Desa, kegiatan rutin Bupati H Sunarna SE MHum mengunjungi pelosok wilayah kerjanya dipersoalkan sebagian wakil rakyat gara-gara pada tahun mendatang bakal digelar Pilkada. Sebelumnya, program itu berlangsung dengan baik. Masih dianggarkannya biaya pelaksanaan program Tilik Desa dalam RAPBD 2010, Senin (28/12) kemarin, jadi sorotan Komisi I DPRD Klaten. Sejumlah anggota komisi itu menilai program tersebut rawan politisasi mengingat pada tahun depan Pilkada digelar.

haa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…