Selasa, 29 Desember 2009 23:57 WIB Karanganyar Share :

7 Formasi dokter spesialis kosong, 4 terancam dicoret


Karanganyar (Espos)-
-Para pendaftar CPNS yang dinyatakan lolos ujian, mulai mengikuti pembekalan sebagai persiapan pemberkasan CPNS Kabupaten Karanganyar di Gedung KPRI Cangakan Karanganyar kota, Selasa (29/12).

Namun pembekalan yang diadakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar itu, tidak dihadiri semua CPNS. Bahkan, diketahui formasi CPNS di Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 431 formasi itu tidak bisa terisi penuh.

Tujuh formasi dokter spesialis yang dibutuhkan akhirnya tetap tak terisi barang satu pun karena tidak ada pendaftar. Sementara, empat CPNS tidak hadir pada acara pembekalan wajib itu.

Kabid Pengangkatan dan Pengembangan Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Agam Bintoro, saat ditemui di sela-sela acara, mengatakan keempat CPNS itu terdiri dari dua CPNS pada formasi tenaga teknis lainnya dan dua tenaga pendidikan. Salah satunya, diketahui sudah diterima CPNS di Yogyakarta. Sedangkan tiga lainnya terancam dicoret jika pada waktu yang ditentukan akhirnya tetap tidak memberi keterangan atau pun melengkapi berkas persyaratan yang dibutuhkan.

“Sementara ini, mereka tetap kami tunggu hingga batas waktunya pemberkasan, yakni pada Kamis (7/1) untuk tenaga teknis, Jumat (8/1) untuk tenaga kesehatan, dan Sabtu (9/1) untuk tenaga pendidikan atau guru. Kami juga tidak akan memaksa mereka untuk mengurus pemberkasan di sini. Yang penting, semuanya sudah tahu jadwalnya. Kalau tidak terpenuhi, ya otomatis dicoret. Formasi yang kosong ini juga terpaksa dibiarkan kosong,” kata Agam.

Disebutkannya, pada tahun ini kebutuhan CPNS di Karanganyar sebanyak 431 formasi, yang terbagi ke dalam formasi tenaga pendidikan sebanyak 173 formasi, tenaga kesehatan 122 formasi dan tenaga teknis lainnya sebanyak 136 formasi. Jumlah pendaftar CPNS di Bumi Intanpari sendiri mencapai 21.000 lebih orang.

Namun dari formasi tenaga kesehatan itu, sebanyak tujuh formasi dokter spesialis akhirnya tetap kosong tanpa peminat. Diduga, kebanyakan dokter spesialis tidak mencukupi ketentuan usia untuk mendaftar CPNS.

“Batasannya kan 35 tahun hingga 40 tahun. Kemungkinan, kebanyakan dokter spesialis usainya sudah melampaui batasan usia yang telah ditentukan itu. Jadinya, formasi ini akhirnya kosong,” tukas Agam.

dsp

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…