Senin, 28 Desember 2009 15:17 WIB News Share :

Terompet raksasa disiapkan sambut malam pergantian Tahun Baru

Purwokerto– Seorang warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Arnold Saputra (50) menyiapkan  terompet raksasa dengan panjang tujuh meter dan berdiameter 2,5 meter untuk menyambut Tahun Baru 2010.

Saat ditemui di rumahnya, Senin (28/12), Arnold mengatakan, terompet tersebut sengaja dibuat sebagai simbol pergantian tahun. “Saya memang senang dengan terompet sehingga membuatnya untuk memeriahkan malam pergantian tahun. Selain itu, terompet ini juga sebagai simbol agar para pemimpin tidak setengah-setengah dalam mengambil keputusan karena rakyat yang akan menjadi korban,” katanya.

Menurut dia, kerangka terompet tersebut dibuat dari 20 batang bambu yang diikat dengan lima kilogram kawat. Sementara untuk membalut kerangka hingga menjadi terompet, kata dia, menggunakan 400 lembar kertas semen dan lima kilogram lem untuk menempelkannya.

Ia mengatakan, sebanyak empat tabung berisi angin akan dipasang di bagian belakang sebagai media untuk membunyikan terompet. “Pembuatan terompet ini saya lakukan sendiri di halaman rumah tetangga ditargetkan selesai pada Rabu (30/12),” kata dia yang memulai proses pembuatan terompet pada 23 Desember silam.

Dia mengatakan, pembuatan terompet ini telah menghabiskan dana hingga ratusan ribu rupiah yang berasal dari tabungan pribadi. Bahkan dia mengaku, telah menjual pesawat selulernya untuk membiayai pembuatan terompet ini.

“Rencananya, terompet ini akan diarak keliling Kota Purwokerto dan dibunyikan di Alun-alun Purwokerto saat malam pergantian tahun. Akan tetapi, saya masih mengurus perizinannya,” kata Arnold.

ant/isw

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…