Senin, 28 Desember 2009 09:37 WIB News Share :

Skandal Century, Boediono dan Sri Mulyani korban kebohongan Robert Tantular

Jakarta–Mantan pemilik asing Bank Century Rafat Ali Rizvi yang kini sedang menjadi buronan polisi meminta fokus penyelidikan kasus Bank Century pada pencurian dana yang dilakukan Robert Tantular. Fokus penyelidikan jangan fokus pada penyelamatan Bank Century yang menelan dana talangan Rp 6,7 triliun.

Menurut Rafat, Boediono dan Sri Mulyani adalah korban kebohongan Robert Tantular. Kedua tokoh tersebut kini sedang menjadi bulan-bulanan setelah memutuskan penyelamatan bank yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Mutiara itu.

Demikian disampaikan Rafat Ali Rizvi, Senin (28/12). Rafat, Hesham Al-Warraq dan Robert Tantular merupakan mantan pemilik Bank Century. Robert telah mendekam di penjara, namun Rafat dan Hesham kini masih menjadi buronan.

“Boediono dan Sri Mulyani adalah korban kebohongan Robert Tantular, sama seperti Hesham Al-Warraq (Mantan Pemilik Century) dan saya. Jika saja Pak Boediono dan Sri Mulyani sudah mengetahui bahwa sejumlah uang dengan jumlah signifikan dalam neraca serta uang deposito sudah dicuri oleh Robert dan keluarganya, mungkin mereka akan membuat keputusan yang berbeda,” tuturnya.

Menurut Rafat, terlalu membuang waktu jika menyelidiki siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

“Saya melihat pemberitaan mengenai Bank Century terlalu fokus untuk mencari siapa yang bersalah, dalam kaitan apakah keputusan bailout itu benar atau salah. Seharusnya fokus penyelidikan lebih kepada menemukan dimana uang yang telah dicuri oleh Robert Tantular, keluarga, serta kroninya,” katanya.

Rafat mengatakan, keputusan bailout Bank Century pada 20 November 2009 merupakan pilihan kebijakan yang paling murah saat itu yang diambil oleh pemerintah.

“Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk mencari kesalahan Presiden SBY dan Wapres Boediono. Padahal saat itu keputusan dibuat berdasarkan laporan keuangan (balance sheet) 20 November 2008, sehingga mereka (pembuat keputusan) memperhitungkan, penyelamatan Bank century merupakan opsi yang paling murah,” paparnya.

Rafat A. Rizvi dan Hesham Al-Warraq merupakan 2 mantan pemilik asing Bank Century yang berada di luar negeri. Pasca kolapsnya Bank Century mereka berdua dituduh sebagai pihak yang melarikan dana nasabah Bank Century sehingga bank tersebut ambruk. Saat ini keduanya masuk dalam daftar pengejaran interpol, melalui permintaan polisi.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…