Senin, 28 Desember 2009 16:55 WIB News Share :

Korupsi Buku Ajar, Kepala DPPKAD Salatiga diperiksa polisi


Salatiga (Espos)–
Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Salatiga, Sri Wityowati, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar tahun 2003/2004 senilai Rp 17,6 miliar , Senin (28/12) siang, diperiksa penyidik Polres Salatiga.

Mantan Kabid Perbendaharaan pada Badan Pengelolaan Keuangan  Daerah (BPKD) yang kini menjadi DPPKAD ini diperiksa karena keterlibatannya dalam proses pencairan dana proyek tersebut.

Dari pengamatan Espos di Mapolres Salatiga, dalam pemeriksan Wityowati didampingi kuasa hukumnya, Heru Wismanto. Pemeriksaan dilakukan dua penyidik selama kurang lebih empat jam sejak pukul 09.00 WIB.

Menurut Heru, penyidik lebih banyak menanyakan masalah pencairan dana proyek dari awal hingga akhir yang dibagi dalam beberapa termina kepada kliennya. “Semuanya (pertanyaan) bisa dijawab,” ungkapnya.

Meski sudah berstatus tersangka, penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Wityowati lantaran adanya permohonan dari kuasa hukum tersangka agar kliennya tidak ditahan. Ia menjamin kliennya akan kooperatif terhadap penyidik. Namun seperti terhadap tersangka lainnya yakni Sartono, Wityowati pun dikenai wajib lapor setiap Senin.

Dua tersangka lainnya, yakni Mardiono (mantan Kepala BPKD) dan Sutedjo (mantan Sekda) juga akan diperiksa. Namun penyidik belum memberikan keterangan kapan waktu pemeriksaan dilakukan.<B>kha<B>

kha

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…