Senin, 28 Desember 2009 18:48 WIB Pendidikan Share :

Kepala Sekolah mulai dituntut kreatif

Solo (Espos)--Perwakilan bidang pendidikan The United Nations Childrens Fund (UNICEF) Jawa Tengah, Dr Tukiman MS PhD mengatakan kepala sekolah dituntut kreatif untuk mengembangkan manajemen berbasis sekolah (MBS).

Dia mengatakan, pihak sekolah lebih leluasa untuk mengembangkan kemampuan serta potensi yang berada di lingkungan sekolah tanpa harus menunggu peraturan dari pemerintah. Menurutnya, hasil kerjasama yang dijalin UNICEF dan Pemerintah Kota Solo, beberapa sekolah dapat menampilkan kemampuan akademik maupun kurikulum nonakademik.

Dengan demikian, sambung dia, untuk mengembangkan manajemen berbasis sekolah tersebut kepala sekolah dan guru dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi. “Kami memulai dari pendidikan dasar terlebih dahulu, tujuannya untuk mengoptimalkan kemampuan siswa sejak dini,” jelasnya ketika dijumpai Espos di Abdullah Meeting Room Solo, dalam acara advokasi team pengembang MBS, Senin (28/12).

Dia mengatakan, sekolah rintisan MBS akan mendapatkan pelatihan maupun peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) kepala sekolah dan guru. Menurutnya, perkembangan rintisan MBS dimasing-masing sekolah tergantung kemauan dan kreatifitas pihak sekolah.

“Kami tidak mentargetkan berapa sekolah yang menjadi rintisan MBS, semua tergantung dari sekolah,” paparnya.

das

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…