Senin, 28 Desember 2009 17:40 WIB News Share :

Jateng akan impor 81.000 ton gula

Semarang (Espos)--Provinsi Jawa Tengah akan mengimpor gula sebanyak 81.000 ton pada Januari 2010, guna menjaga ketersediaan komoditas tersebut menyusul kegagalan swasembada gula.

Adanya rencana impor gula itu diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Edison Ambarura pada rapat kerja dengan Komisi B DPRD Jateng di Gedung Berlian Jl Pahlawan, Kota Semarang, Senin (28/12).

Menurut Edison, impor gula dilakukan guna menjaga ketersediaan gula di Jawa Tengah (Jateng) pada bulan Maret dan April mendatang. Pasalnya saat ini stok gula yang ada sekitar 61.000 ton. Digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumusi masyarakat dua bulan ke depan yakni Januari dan Februari 2010. Kebutuhan gula di Jateng setiap bulan mencapai 30.000 ton.

“Stok gula yang ada sekarang 61.000 ton untuk memenuhi kebutuhan dua bulan mendatang (Januari-Februari). Guna kesinambungan persediaan gula di Jateng maka diperlukan impor,” ujarnya.

Harga beli gula impor tersebut senilai 700 US$ per metrik ton. “Nantinya akan dijual ke pasar dengan harga senilai Rp 11 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Dia menambahkan total kebutuhan gula di Jateng mencapai 360.000 ton per tahun, namun hanya bisa dipenuhi sebanyak 340.000 ton. “Masih ada kekurangan sekitar 20.000 ton. Kekurangan ini akan ditutup melalui impor gula,” kata Edison.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Muh Haris menyatakan Jateng gagal mencapai target swasembada gula 2009 sebab berkurangnya lahan tebu dari tahun ke tahun.

Para petani mulai enggan menanam tebu dan beralih menanam padi. Para petani menilai hasil tebu tidak maksimal, lebih menguntungkan menanam padi.

“Tahun 2009 dari total kebutuhan gula sebanyak 360.000 hanya dapat dipenuhi sekitar 320.000 ton jadi target swasembada gula gagal tercapai,” kata dia.

oto

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…